JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ahmad Munir, secara resmi melepas keberangkatan peserta Kemah Budaya Wartawan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Acara pelepasan berlangsung di Aula PWI Pusat, Kebon Sirih, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini dinilai sebagai terobosan baru karena untuk pertama kalinya sejak HPN digelar tahun 1985, konsep perkemahan budaya diangkat secara khusus dalam agenda nasional.
Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, dipilih menjadi lokasi utama kegiatan yang berlangsung pada 16 hingga 17 Januari 2026 ini.
Ahmad Munir, yang akrab disapa Cak Munir, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini sangat strategis bagi para wartawan untuk melakukan peningkatan kapasitas diri (capacity building).
Di sana, para jurnalis ditantang untuk beradaptasi dengan lingkungan yang murni alami, terutama di wilayah Baduy Dalam yang hidup tanpa bantuan listrik, internet, maupun peralatan modern lainnya.
Dalam arahannya, Cak Munir berpesan agar para peserta yang terdiri dari wartawan dan sastrawan dari berbagai penjuru tanah air memahami secara mendalam kehidupan masyarakat Baduy yang teguh memegang ajaran leluhur.
Ia menekankan pentingnya menghormati segala larangan, pantangan, dan aturan adat yang berlaku. Melalui kegiatan ini, jurnalis diharapkan dapat belajar langsung tentang konsistensi masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan alam dan sosial di tengah arus modernisasi.
Koordinator Kemah Budaya, Kunni Masrohati, menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 41 peserta dari berbagai daerah seperti Jakarta, Lampung, Surabaya, hingga Samarinda, dengan porsi peserta terbanyak adalah wartawan dan sastrawan perempuan.
Selain melakukan pengamatan dan diskusi dengan pemuka adat setempat, para peserta diwajibkan menyusun karya tulis. Seluruh karya tersebut nantinya akan dibukukan dan diluncurkan secara resmi pada acara puncak HPN di Banten pada 8 Februari 2026 mendatang.
Sebelum memasuki kawasan permukiman adat, rombongan dijadwalkan akan diterima oleh Bupati Lebak. Selama di lokasi, para peserta akan menginap di homestay Kampung Ketug dan terlibat dalam dialog budaya.
Mengingat medan di perbukitan Baduy yang cukup menantang secara fisik, panitia mengingatkan agar seluruh peserta memastikan kondisi kesehatan jasmani dan rohani dalam keadaan prima.














