JurnalPatroliNews – Jakarta -Gelombang kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang keluar dari sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja meningkat drastis.
KBRI Phnom Penh mencatat sebanyak 1.726 WNI mendatangi kantor perwakilan RI tersebut hanya dalam kurun waktu enam hari terakhir, terhitung sejak 16 hingga 21 Januari 2026.
Lonjakan ini merupakan imbas dari operasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kamboja untuk memberantas praktik online scam sejak pertengahan Januari.
Tindakan tegas otoritas setempat memaksa ribuan pekerja asing, termasuk WNI, keluar dari lokasi sindikat. Puncak kedatangan terjadi pada 19 Januari 2026, di mana sebanyak 520 WNI datang dalam satu hari untuk meminta perlindungan.
Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, turun langsung menemui para WNI untuk memastikan kehadiran negara.
KBRI saat ini fokus pada proses pendataan, asesmen kesehatan bagi warga rentan, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi mereka yang kehilangan dokumen.
Koordinasi intensif dengan kepolisian dan imigrasi Kamboja juga terus dilakukan guna mempercepat prosedur deportasi.
Selain upaya pemulangan, tim KBRI tengah melakukan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Pemerintah mengimbau seluruh WNI yang masih berada di lokasi sindikat atau baru saja keluar untuk segera melapor ke KBRI guna mendapatkan bantuan kekonsuleran dan fasilitasi kepulangan ke tanah air.














