JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, memberikan catatan kritis sekaligus saran strategis terkait peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam rapat kerja bersama Menkomdigi Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/1/2026).
Utut mempertanyakan desain besar kementerian hasil evolusi dari Kominfo tersebut, terutama dalam menjalankan fungsi sebagai corong informasi negara di era digital.
Dalam paparannya, Utut menekankan bahwa dengan struktur baru yang kini didampingi oleh dua Wakil Menteri, yakni Nezar Patria dan Angga Raka Prabowo, Komdigi seharusnya memiliki performa yang lebih terlihat jelas. Ia menyoroti pentingnya peran kementerian dalam menjelaskan berbagai capaian strategis pemerintah kepada publik dengan kemasan yang kekinian. Utut mencontohkan, Komdigi perlu aktif mengomunikasikan alasan dibalik langkah geopolitik Indonesia, seperti rencana bergabung dengan BRICS hingga peran Indonesia dalam forum ekonomi dunia di Davos.
Selain narasi keberhasilan, Utut juga menyinggung persoalan distribusi informasi yang negatif dan hoaks yang masih marak di media sosial.
Ia menyayangkan masih adanya konten yang menyudutkan Presiden maupun tokoh nasional lainnya, yang menurutnya harus menjadi perhatian serius bagi Direktorat Jenderal terkait di Komdigi. Baginya, kementerian ini tidak boleh hanya sekadar ada secara administratif, tetapi harus mampu menjadi pengatur lalu lintas informasi yang sehat bagi masyarakat.
Utut secara tegas meminta Menkomdigi untuk memberikan pencerahan mengenai peta jalan atau desain besar Komdigi terkini.
Hal ini dianggap krusial agar alokasi anggaran, baik yang mengalami penambahan maupun pengurangan di berbagai Ditjen, dapat dipertanggungjawabkan melalui program kerja yang konkret dan berdampak luas bagi citra positif pemerintah di mata domestik maupun internasional.














