Pidato Jokowi di Rakernas PSI Dinilai Terlalu Dipaksakan di Tengah Kondisi Kesehatan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Penampilan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat menyampaikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026, menuai sorotan. Sejumlah pengamat menilai Jokowi tetap memaksakan diri tampil penuh semangat meski kondisi fisiknya dinilai kurang prima.

Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, mengaku merasa prihatin saat menyaksikan pidato tersebut. Menurutnya, gaya penyampaian Jokowi terlihat heroik, namun di balik itu tersirat kelelahan fisik.

“Saya justru merasa kasihan melihat pidato Jokowi yang sangat heroik itu,” ujar Erizal dalam pernyataannya, Senin, 2 Februari 2026.

Erizal menilai upaya Jokowi untuk tetap menyampaikan pidato hingga bagian penutup tampak sangat dipaksakan. Bahkan, pada momen klimaks pidato, Jokowi disebut sempat salah ucap saat menyampaikan komitmennya untuk bekerja “mati-matian” demi PSI, meski naskah pidato telah tersedia.

“Beliau sampai terpeleset lidah, padahal membaca teks. Itu menunjukkan kondisi fisik yang kurang fit,” jelasnya.

Jika dicermati lebih dekat, lanjut Erizal, raut wajah Jokowi juga mencerminkan kondisi kesehatan yang tidak sepenuhnya prima. Namun demikian, Jokowi tetap menunjukkan energi dan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan.

“Secara visual terlihat beliau kurang sehat, tapi tetap memaksakan diri tampil bersemangat dan menyampaikan masih sanggup turun ke bawah,” katanya.

Meski demikian, Erizal meyakini suasana penuh antusiasme dan euforia politik dapat memberikan dorongan adrenalin tersendiri bagi seorang tokoh politik. Dalam kondisi tertentu, rasa sakit bisa seolah terabaikan.

“Apalagi Jokowi, yang sudah terbiasa dengan panggung politik. Terlihat jelas masih ada tujuan besar yang ingin beliau capai,” pungkas Erizal.