Artemis II Batal Meluncur 6 Maret, NASA Temukan Gangguan Helium

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ambisi NASA untuk kembali mengirim manusia mengitari Bulan harus kembali mengalami penundaan. Lembaga antariksa Amerika Serikat itu memastikan jadwal peluncuran 6 Maret 2026 untuk misi Artemis II ditangguhkan setelah ditemukan persoalan teknis krusial dalam pemeriksaan akhir menjelang peluncuran.

Sehari sebelumnya, NASA sempat memberi sinyal bahwa misi berawak pertama menuju orbit Bulan dalam hampir 50 tahun itu berpeluang mendapatkan persetujuan terbang dalam waktu dekat. Namun pada Sabtu (20/2/2026), Administrator NASA Jared Isaacman mengumumkan adanya kemunduran yang memaksa tim teknis melakukan perawatan lanjutan.

“Kami akan memulai persiapan untuk penundaan, dan ini akan mengesampingkan jendela peluncuran bulan Maret,” ujar Isaacman melalui platform X, dikutip dari BBC.

Isaacman mengakui ekspektasi publik terhadap proyek prestisius tersebut sangat tinggi. Terlebih, hampir 50 jam pemeriksaan pada Kamis sebelumnya tidak menemukan kendala berarti. Badan itu bahkan hampir yakin uji coba “wet rehearsal” berjalan lancar dan membuka peluang peluncuran pada 6 Maret.

Masalah baru muncul ketika para insinyur mendeteksi gangguan pada aliran helium yang merupakan komponen vital dalam operasi peluncuran. Helium berfungsi menekan tangki bahan bakar sekaligus membantu pendinginan sistem roket. Gangguan pada elemen ini dinilai serius karena berkaitan langsung dengan stabilitas dan keselamatan peluncuran.

Uji coba tersebut merupakan simulasi kedua di Kennedy Space Center, setelah sebelumnya tim memperbaiki persoalan filter dan segel yang memicu kebocoran hidrogen. Dalam simulasi terakhir, roket telah diisi sekitar 730.000 galon propelan selama beberapa jam.

Isaacman menegaskan penundaan bukan hal asing dalam sejarah eksplorasi antariksa. Ia menyinggung misi Gemini 8 pada 1966 yang dipimpin Neil Armstrong, yang sempat berakhir prematur akibat gangguan teknis sebelum Armstrong mencetak sejarah pendaratan di Bulan tiga tahun kemudian.

Empat astronaut—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—dijadwalkan menjalani misi selama sekitar 10 hari untuk mengitari sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi.

Jika berhasil, misi ini akan membuka jalan bagi Artemis III yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972, dengan target ambisius pada 2028.