JurnalPatroliNews – Jakarta – Memasuki hari ketiga serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai 555 orang.
Data tersebut dihimpun Bulan Sabit Merah Iran sejak hari pertama serangan pada Sabtu (28/2/2026). Serangan disebut menargetkan sedikitnya 131 kawasan permukiman di berbagai wilayah Iran.
Laporan kantor berita Mehr News Agency, seperti dikutip Al Jazeera, menyebutkan sedikitnya 35 orang tewas di Provinsi Fars, Iran selatan, pada Senin pagi (2/3/2026). Selain itu, lebih dari 20 orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di Lapangan Niloofar, Teheran.
Di wilayah lain, sejumlah bangunan permukiman di dekat kantor polisi Kota Sanandaj dilaporkan hancur. Dua orang disebut tewas dalam insiden tersebut.
Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi, menyatakan serangan udara AS dan Israel juga menargetkan fasilitas pengayaan nuklir Natanz pada Minggu.
“Alasan mereka bahwa Iran ingin mengembangkan senjata nuklir hanyalah kebohongan besar,” kata Najafi.
Hingga kini, baik Israel maupun Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas tersebut. Natanz sebelumnya pernah menjadi sasaran pemboman dalam konflik singkat Iran–Israel pada Juni 2025.














