JurnalPatroliNews – Jakarta -Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa konfrontasi militer yang tengah berlangsung melawan Iran akan memakan waktu, namun ia memastikan operasi tersebut tidak akan berlarut-larut hingga bertahun-tahun.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi besar yang mengguncang Timur Tengah menyusul serangan udara gabungan antara Israel dan Amerika Serikat.
Operasi militer yang diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026) pagi tersebut telah mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memprediksi bahwa durasi perang terhadap Iran kemungkinan besar akan memakan waktu sekitar empat pekan atau lebih. Namun, dalam keterangan terpisahnya yang dikutip dari AFP, Netanyahu memberikan optimisme mengenai efektivitas serangan militer mereka.
Netanyahu menyatakan bahwa operasi ini bisa berjalan dengan cepat dan bersifat menentukan. Meski mengakui adanya proses yang harus dilalui, ia menekankan bahwa konfrontasi ini bukan merupakan jenis perang tanpa akhir yang akan menghabiskan waktu bertahun-tahun bagi militer Israel.
Selama beberapa dekade, Israel secara konsisten memandang Iran sebagai ancaman eksistensial utama bagi keberlangsungan negaranya.
Kekhawatiran tersebut dipicu oleh retorika keras Teheran yang menyerukan penghapusan Israel dari peta dunia, serta pengembangan program nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.
Keputusan Israel untuk menggandeng sekutu terkuatnya, Amerika Serikat, dalam melancarkan serangan pada akhir Februari 2026 tersebut terjadi di momen yang krusial.
Pasalnya, serangan dilakukan tepat saat perundingan diplomatik antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Oman sedang berlangsung di Jenewa.
Langkah militer ini secara otomatis memutus jalur diplomasi dan mengubah lanskap konflik menjadi konfrontasi terbuka yang kini menyita perhatian dunia.














