JurnalPatroliNews – Jakarta -Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Bali sejak Rabu malam mengakibatkan kerusakan fasilitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Sebagian plafon di area Terminal Kedatangan Internasional dilaporkan jatuh pada Kamis (5/3/2026) dini hari sekitar pukul 00.20 WITA.
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh cuaca buruk yang melanda kawasan bandara.
Meski material plafon sempat terjatuh, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerusakan dilaporkan hanya mengenai area tanaman di sekitar lokasi kejadian.
Hujan lebat yang menyertai angin kencang juga menyebabkan kebocoran atap sehingga air hujan menggenangi jalur menuju konter transportasi daring (Grab dan Gojek).
Merespons hal tersebut, petugas keamanan bandara segera mengarahkan penumpang untuk menggunakan jalur utama guna menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa.
Hingga pagi ini, petugas kebersihan dan teknisi bandara telah melakukan pembersihan genangan air serta mengevakuasi material plafon yang jatuh.
Otoritas bandara memastikan bahwa seluruh aktivitas pelayanan penumpang di Terminal Kedatangan Internasional tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh insiden tersebut.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh keberadaan bibit siklon 90S di perairan selatan Jawa. Stasiun Meteorologi Ngurah Rai mencatat kecepatan angin maksimum pada Rabu malam mencapai 37 knot atau setara dengan 68 km/jam.
Prakirawan BMKG Bali, Ariantika, menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang di seluruh kabupaten/kota di Bali hingga 8 Maret 2026.
Selain dampak di darat, ketinggian gelombang laut di perairan selatan Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok juga diprediksi meningkat hingga mencapai 2,5 meter.
Masyarakat dan pengguna jasa transportasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang dipicu oleh angin kencang.
BMKG menyarankan warga untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala guna mengantisipasi risiko cuaca buruk yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.














