Antisipasi ODGJ Resahkan Warga, Polsek Ngampilan Perketat Patroli di Jam Pulang Sekolah

JurnalPatroliNews – Yogyakarta – Sebuah video keributan di Halte Trans Jogja, Terminal Ngabean, Kota Yogyakarta, mendadak viral di media sosial pada Rabu (11/3). Insiden tersebut melibatkan seorang pria paruh baya yang diduga melakukan pemukulan terhadap seorang siswa SMA saat hendak menaiki armada bus.

Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda R Anton Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, keributan dipicu oleh persinggungan fisik saat keduanya hendak mengantre masuk ke bus Trans Jogja jalur 8.

“Saat hendak masuk bus, keduanya bersenggolan dan terjadi keributan. Saksi yang melihat kejadian tersebut segera berusaha melerai agar situasi tidak semakin memanas,” ujar Ipda Anton, Rabu (11/3).

Pelaku Diduga ODGJ

Setelah dilerai, siswa SMA tersebut melanjutkan perjalanannya menggunakan bus, sementara pria paruh baya tersebut memilih meninggalkan area halte dan berjalan ke arah selatan. Berdasarkan penelusuran di lapangan, identitas pelaku merujuk pada warga dengan keterbatasan mental.

“Keterangan dari warga sekitar menyatakan bahwa laki-laki tersebut terindikasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Warga sering melihat yang bersangkutan berada di sekitar Terminal Ngabean,” tambahnya.

Peningkatan Patroli Keamanan

Guna mengantisipasi kejadian serupa dan menjamin keamanan masyarakat, khususnya pelajar, pihak kepolisian akan melakukan tindakan preventif. Polsek Ngampilan berkomitmen untuk meningkatkan frekuensi patroli di titik-titik keramaian.

“Polsek Ngampilan akan meningkatkan patroli pada jam-jam kepulangan anak sekolah, terutama di halte-halte bus Trans Jogja yang menjadi titik kumpul pelajar,” pungkas Anton.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor kepada petugas keamanan jika melihat individu yang berperilaku mencurigakan atau meresahkan di fasilitas publik.