JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebuah momen emosional terekam di markas Polrestabes Surabaya saat seorang ibu yang tengah menjalani masa tahanan dipertemukan dengan buah hatinya.
Pertemuan yang awalnya terhalang jeruji besi yang dingin tersebut berubah menjadi suasana haru setelah pihak kepolisian memberikan kebijakan kemanusiaan.
Anak kecil tersebut datang berkunjung didampingi oleh kakeknya. Di depan sel, ia hanya bisa menatap dalam sosok ibunya yang terpisah dinding besi.
Melihat pemandangan yang menyentuh hati tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, turun langsung untuk menyapa sang anak.
“Mau peluk ibunya?” tanya Kombes Luthfie dengan lembut. “Mau ketemu mama,” jawab anak itu singkat namun penuh harap.
Pelukan Hangat di Tengah Kesedihan
Mendengar jawaban polos tersebut, Kapolrestabes pun mengizinkan sang ibu keluar sejenak dari balik jeruji untuk memeluk erat anaknya.
Dalam pelukan yang begitu erat, air mata sang ibu pun tak terbendung. Ia tampak berusaha keras menahan isak tangis di depan sang anak yang masih terlalu kecil untuk memahami situasi yang terjadi.
“Kok mama nangis?” tanya sang anak dengan lugu saat melihat air mata membasahi pipi ibunya. “Mama sakit mata,” jawab sang ibu dengan tegar, berusaha menyembunyikan kenyataan pahit di balik kesedihannya.
Pesan Terakhir Sebelum Berpisah
Di akhir pertemuan yang singkat namun bermakna itu, sang ibu membisikkan pesan terakhir agar sang anak tetap tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Ia meminta anaknya untuk tidak nakal dan mendengarkan nasihat kakeknya selama mereka terpisah jarak.
Aksi Kapolrestabes Surabaya ini menuai pujian sebagai bentuk sisi humanis kepolisian yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan empati, terutama dalam hubungan antara ibu dan anak.














