JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pembicaraan telepon penting dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (Pangeran MBS), pada Rabu (11/3) waktu setempat.
Fokus utama dalam percakapan tersebut adalah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah yang kian mengkhawatirkan.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi merilis pernyataan bahwa kedua pemimpin negara tersebut meninjau secara mendalam perkembangan eskalasi militer serta implikasi seriusnya terhadap perdamaian regional maupun global.
“Presiden Indonesia menekankan perlunya penghentian segera tindakan militer di kawasan. Beliau memperingatkan bahwa tindakan semacam itu hanya akan merusak keamanan dan stabilitas yang ada,” tulis pernyataan resmi Kemlu Arab Saudi, Kamis (12/3).
Sikap Tegas Indonesia Terhadap Konflik Multi-Negara
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah mengeluarkan pernyataan keras menanggapi serangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Indonesia mendesak semua pihak untuk kembali menghormati prinsip hukum internasional.
Indonesia secara spesifik meminta:
- Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran.
- Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, UEA, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan negara lain,” bunyi pernyataan Kemlu RI tertanggal 9 Maret 2026.
Dorongan Diplomasi di Meja Perundingan
Presiden Prabowo mendorong agar para pihak yang bertikai melakukan pengendalian diri secara maksimal (maximum restraint).
Indonesia memandang bahwa jalan keluar terbaik adalah meredakan ketegangan melalui jalur dialog dan diplomasi guna mencegah kehancuran yang lebih luas di kawasan yang menjadi jantung energi dunia tersebut.
Langkah diplomasi proaktif Presiden Prabowo ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam peta politik dunia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian abadi.












