Misteri Penusukan Rene Pouw: Pelaku Sempat Buru Kekasih Korban Sebelum Melarikan Diri

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepolisian Resor Badung mulai menemukan titik terang dalam kasus pembunuhan warga negara (WN) Belanda, Rene Pouw (49), di Villa Amira, Kuta Utara.

Berdasarkan keterangan saksi kunci, polisi kini tengah memburu dua orang pria dengan ciri-ciri spesifik yang diduga kuat sebagai pelaku penusukan sadis tersebut.

Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengungkapkan bahwa kedua pelaku beraksi dengan berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matic.

Salah satu pelaku, yang bertindak sebagai pengendara motor, tampak berusaha menyamarkan identitasnya dengan atribut tertentu.

“Dugaan awal, pelaku yang mengendarai motor menggunakan jaket ojek online berwarna hitam-hijau, helm hitam, dan masker biru,” jelas Ayu dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Sementara itu, pelaku kedua yang dibonceng sekaligus eksekutor penusukan, teridentifikasi mengenakan baju berwarna oranye.

Berbeda dengan rekannya, pelaku ini dilaporkan tidak mengenakan helm maupun masker saat melakukan aksinya.

Seorang warga di sekitar lokasi kejadian bahkan sempat melihat pelaku melarikan diri sambil menenteng sebilah pisau yang masih berlumuran darah.

Insiden berdarah ini terjadi tepat saat Rene Pouw baru saja pulang menghabiskan waktu bersama kekasihnya, PI.

Menyadari kehadiran dua orang asing yang mencurigakan di depan Villa Amira nomor 1, Rene sempat menunjukkan aksi heroik dengan memerintahkan PI segera masuk ke dalam vila nomor 3 dan mengunci pintu.

Nahas, Rene yang tertinggal di luar menjadi sasaran kemarahan pelaku. Ia dihujani tusukan hingga mengalami luka robek terbuka di sekujur tubuh.

Kekejaman pelaku tidak berhenti di situ; mereka sempat mendatangi vila tempat tinggal korban untuk mencari PI, namun gagal karena saksi berhasil bersembunyi di unit vila nomor 4 yang gelap.

Rene Pouw dinyatakan meninggal dunia setibanya di RS BIMC pada pukul 23.29 WITA akibat pendarahan hebat.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran intensif dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Mengingat tidak ada barang berharga yang raib, penyidik fokus mendalami motif di balik serangan mematikan tersebut.