Wakil Kepala BGN Soal Mitra Viral ‘Insentif 6 Juta’: Jangan Aneh-Aneh atau Tutup Dapur

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional dapur mitra atas nama Hendrik Irawan.

Langkah ini diambil setelah Hendrik viral di media sosial karena mengunggah video berjoget di dalam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta klaim mengenai perolehan insentif Rp6 juta per hari.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku mitra tersebut. Ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah bentuk pelayanan publik, bukan ajang untuk mencari keuntungan pribadi atau konten semata.

“Pertama saya menyayangkan, ya kita marah ya. Nggak boleh kayak begitu. Itu bukan bisnis. Saya minta mitra itu low profile lah jangan aneh-aneh. Kalau ada yang aneh-aneh nanti saya suspend atau malah kita hentikan dapurnya,” tegas Nanik saat dihubungi, Rabu (25/3).

Diketahui Hendrik mengelola tujuh titik SPPG di wilayah Jawa Barat, namun baru satu yang telah beroperasi. Pasca viralnya konten tersebut, Direktur Tauwas Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro, langsung melakukan sidak ke lokasi. Hasilnya, ditemukan pelanggaran teknis yang cukup serius.

Nanik menjelaskan bahwa penghentian sementara ini bukan hanya karena aksi joget tersebut, melainkan adanya temuan layout dapur yang menyalahi prosedur serta sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dianggap tidak layak.

“Dapurnya sudah kita suspend, bukan sekadar perkara dia nari, tapi karena layout-nya salah dan IPAL tidak sempurna,” tambah Nanik.

Selain masalah teknis dan perilaku, BGN juga mengkritik langkah Hendrik yang sempat melaporkan netizen ke polisi karena mengunggah ulang videonya. Nanik meminta para mitra untuk lebih bijak bersosial media dan tidak menyalahkan pihak lain atas tindakan mereka sendiri.

Hendrik Irawan sendiri kini telah menyampaikan klarifikasi terkait pernyataan ‘insentif Rp6 juta’ dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat serta Presiden Prabowo Subianto atas kegaduhan yang ditimbulkan.