JurnalPatroliNews – Jakarta – Misteri kematian tragis seorang tenaga medis di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akhirnya terungkap. dr. Shanti Hastuti ditemukan tak bernyawa di kediamannya, Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, dengan kondisi tangan terikat kabel listrik dan mulut tersumpal kain pada Sabtu (21/3).
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku berinisial D, yang diketahui merupakan tetangga korban.
Pelaku diringkus di wilayah Kota Blangkejeren pada Selasa (24/3) setelah tim Inafis melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengumpulan bukti-bukti awal.
Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu Muhammad Abidinsyah, menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Saripudin Norman.
Saat itu, saksi datang untuk mengajak korban berziarah ke makam orang tua mereka dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Namun, ia justru mendapati kakaknya sudah terbujur kaku di lantai dua rumah peninggalan orang tua mereka.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 7 hari sebelum ditemukan,” ujar Abidinsyah, Kamis (26/3).
Kronologi dan Motif Pelaku Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi nekat tersebut dilakukan saat waktu sahur. Pelaku masuk ke rumah dengan mencongkel jendela dan mendapati kamar korban dalam posisi sedikit terbuka.
Saat tepergok oleh dr. Shanti, pelaku yang panik langsung mencekik korban hingga tewas untuk membungkam teriakannya.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengikat tangan korban ke belakang dan menyumpal mulutnya sebelum menggasak sejumlah barang berharga, termasuk sepeda motor dan laptop milik korban.
Kasi Humas Polres Gayo Lues, Rahmansyah Pinim, menambahkan bahwa penyidik masih menunggu hasil autopsi dari RSU Muhammad Ali Kasim untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Kami terus mendalami kasus ini guna memastikan apakah ada motif lain di balik aksi perampokan tersebut,” tuturnya.
Almarhumah dr. Shanti Hastuti selama ini dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining, serta membuka praktik kesehatan mandiri di rumahnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan warga Gayo Lues.














