JurnalPatroliNews – Cianjur — Video aksi perampokan yang memperlihatkan pelaku mengaku sebagai anggota TNI viral di media sosial dan sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Pataruman Regency, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat.
Menanggapi hal itu, Komando Distrik Militer 0608/Cianjur memastikan bahwa informasi yang beredar tidak benar. Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur, Ujang Rohmat, menegaskan bahwa kedua pelaku bukan anggota TNI, melainkan warga sipil.
“Senjata yang digunakan bukan senjata api, melainkan airsoftgun. Jadi tidak ada kaitan dengan TNI atau kesatuan mana pun,” ujar Ujang Rohmat, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, aksi perampokan tersebut diduga bermotif persoalan gadai kendaraan. Dalam aksinya, pelaku mendobrak pintu rumah korban sambil mengaku sebagai anggota TNI dan membawa airsoftgun untuk menakut-nakuti penghuni rumah.
Warga sekitar yang panik hanya mampu merekam kejadian menggunakan ponsel tanpa berani melakukan perlawanan. Pelaku kemudian menggeledah rumah korban dan membawa sejumlah berkas sebelum melarikan diri.
Rekaman video kejadian itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu keresahan publik. Namun, pihak Kodim kembali menegaskan bahwa narasi yang menyebut pelaku sebagai anggota TNI adalah hoaks.
Saat ini, satu dari dua pelaku telah berhasil diamankan dan diserahkan kepada Kepolisian Resor Cianjur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penanganan kasus sepenuhnya berada di bawah kewenangan kepolisian.
Kodim mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan selalu melakukan verifikasi kepada sumber resmi guna menghindari penyebaran berita bohong.














