Polisi Amankan AF, Pelaku Mutilasi Ibu Kandung di Lahat yang Sempat Melarikan Diri

JurnalPatroliNews – Sumsel – Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang pria berinisial AF (23), warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. AF diamankan atas dugaan pembunuhan sadis terhadap ibu kandungnya sendiri, Siti Anawati (63), dengan cara dimutilasi.

Kasus memilukan ini terungkap setelah pihak keluarga merasa curiga karena korban tidak terlihat melakukan aktivitas selama satu minggu terakhir. Pencarian intensif yang dilakukan pihak keluarga berujung pada temuan bekas galian tanah yang mencurigakan di area kebun milik korban.

Setelah dilakukan penggalian pada Rabu (8/4) dini hari, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuh korban telah dimutilasi menjadi beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam tiga karung plastik yang tertimbun di dalam tanah.

Proses Penyidikan dan Penangkapan Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono, menjelaskan bahwa temuan tersebut dilaporkan oleh anak korban lainnya yang berinisial S (49).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Inafis Polres Lahat bersama personel Polsek Pulau Pinang segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Lahat untuk keperluan autopsi.

Penyelidikan kepolisian melalui pemeriksaan sejumlah saksi segera mengarah kepada AF. Kecurigaan semakin kuat lantaran pelaku menghilang dari desa sesaat setelah korban dinyatakan hilang.

“Setelah dilakukan pengejaran oleh petugas gabungan, terduga pelaku AF akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujar Lispono dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Motif Depresi dan Judi Online Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, AF merupakan anak kandung dari korban. Polisi menduga pelaku melakukan aksi keji tersebut dalam kondisi depresi berat yang dipicu oleh kecanduan judi online. Hal ini menjadi fokus pendalaman penyidik untuk mengungkap kronologi dan motif pasti di balik tindakan tersebut.

“Dugaan awal pelaku mengalami depresi akibat ketergantungan judi online. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lahat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Lispono.

Tragedi ini menjadi peringatan keras mengenai dampak psikologis dan sosial dari maraknya aktivitas perjudian digital yang dapat memicu tindakan kriminalitas berat di lingkungan keluarga.