TNI Siaga di Distrik Kembru, Kawal Evakuasi Warga Korban Penembakan OPM

JurnalPatroliNews – Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Koops TNI Habema meningkatkan kesiagaan di wilayah Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menyusul aksi kekerasan bersenjata yang kembali menyasar warga sipil, Pada Selasa (14/4).

personel TNI dikerahkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta mengevakuasi korban meninggal dunia akibat penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok TPNPB-OPM.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyatakan bahwa gangguan keamanan terhadap masyarakat sipil tersebut memicu respons cepat dari aparat di lapangan.

TNI berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan warga melalui patroli terukur guna meminimalkan ancaman dari kelompok bersenjata.

“Peristiwa penembakan kembali terjadi terhadap warga sipil. Mereka (TPNPB-OPM) kembali melakukan gangguan dan intimidasi yang mengancam nyawa masyarakat di Distrik Kembru,” ungkap Letkol Inf Wirya.

Respons Cepat dan Evakuasi Korban Dalam pelaksanaan patroli rutin, personel menerima laporan mengenai keberadaan kelompok TPNPB-OPM Kodap III/Puncak di bawah pimpinan Lekagak Telenggen.

Kelompok ini dikenal kerap melakukan aksi kekerasan terhadap berbagai kalangan, mulai dari warga sipil, tenaga pendidik, hingga tenaga medis di wilayah tersebut.

Merespons laporan tersebut, tim patroli segera bergerak melakukan pengamanan wilayah serta mengevakuasi warga yang terdampak.

Aparat juga fokus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan warga.

“Tim patroli segera melakukan pengamanan, perlindungan, dan evakuasi terhadap warga Distrik Kembru, termasuk korban yang meninggal dunia. Satgas Koops TNI Habema melakukan tindakan yang tegas dan terukur dalam menghadapi gangguan ini,” jelas Wirya.

Patroli Berkelanjutan demi Stabilitas Guna memastikan stabilitas keamanan jangka panjang, Koops TNI Habema akan terus melaksanakan patroli secara intensif dan berkelanjutan di Distrik Kembru dan sekitarnya. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman sehingga aktivitas publik tidak lumpuh akibat teror.

Letkol Inf Wirya berharap kehadiran aparat yang solid di lapangan dapat membuat kondisi keamanan berangsur kondusif.

Hal ini krusial agar anak-anak dapat kembali bersekolah, tenaga kesehatan dapat melayani masyarakat tanpa rasa khawatir, dan roda perekonomian lokal dapat kembali bergerak demi kesejahteraan masyarakat Papua.