JurnalPatroliNews – Sumatera Utara -Kodam I/Bukit Barisan memastikan proses investigasi terhadap meninggalnya seorang siswa Sekolah Calon Tamtama (Secata) TNI AD berinisial GGG di lingkungan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) I/Bukit Barisan, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, masih terus dilakukan secara menyeluruh.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika siswa yang bersangkutan tidak mengikuti kegiatan rutin pada Senin (20/7) pagi. Kondisi itu mendorong satuan melakukan pengecekan sekaligus pencarian di area pendidikan.
Dalam proses pencarian, petugas kemudian menemukan GGG dalam kondisi telah meninggal dunia di kawasan lingkungan Rindam I/Bukit Barisan.
Menurut Sandy, hasil pemeriksaan yang dilakukan tim investigasi Kodam I/Bukit Barisan bersama tim medis dari RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar menyimpulkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematian dinyatakan sebagai bunuh diri.
Meski demikian, Kodam I/Bukit Barisan menegaskan bahwa investigasi masih terus berlanjut untuk mendalami faktor maupun latar belakang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Terkait penyebab atau motivasi almarhum mengakhiri hidupnya masih didalami oleh Tim Investigasi,” ujar Kolonel Inf Sandy dalam keterangan resminya, Jumat (24/7).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, almarhum dikenal sebagai pribadi yang cenderung pendiam. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman dan belum dapat disimpulkan sebagai faktor penyebab.
Kodam I/Bukit Barisan mengimbau masyarakat agar tidak membangun spekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa tersebut.
Menurut Sandy, seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini, lanjutnya, juga menjadi bahan evaluasi bagi jajaran TNI AD, khususnya Kodam I/Bukit Barisan, untuk memperkuat sistem pembinaan, pendampingan, serta pengawasan terhadap seluruh peserta didik selama menjalani pendidikan militer.
Pihak keluarga telah menerima informasi mengenai meninggalnya GGG dan memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Selanjutnya, jenazah diberangkatkan dari RSUD Djasamen Saragih menuju rumah duka di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Kodam I/Bukit Barisan juga menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum serta meminta seluruh pihak menghormati privasi keluarga yang sedang berduka.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kodam I Bukit Barisan berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan serta mengajak seluruh pihak menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sandy.












Komentar