JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebuah helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4).
Tim SAR gabungan telah dikerahkan menuju lokasi guna melakukan proses pencarian dan penyelamatan terhadap delapan orang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengonfirmasi bahwa helikopter berwarna putih itu mengangkut delapan personel yang terdiri dari pilot, kru, dan penumpang. Hingga saat ini, kondisi para penumpang pasca-insiden tersebut masih belum diketahui secara pasti.
“Betul, helikopter berisi delapan orang termasuk pilot, kru, dan penumpang. Saat ini, 20 personel gabungan dari SAR, Lanud Supadio, dan Paskhas telah berangkat menggunakan helikopter Super Puma untuk melakukan surveillance dan pencarian titik jatuh,” ujar Made Junetra, Kamis (16/4).
Kronologi dan Titik Koordinat Terakhir Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak sejak pukul 09.35 WIB. Berdasarkan data teknis yang diterima, titik koordinat terakhir yang terdeteksi berada pada posisi 00°12’00″S, 110°44’00″E.
Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Noer Isrodin Muchlisin, menyatakan pihaknya masih terus menghimpun informasi primer dari lapangan. “Mengingat durasi hilang kontak sejak pagi hari, kemungkinan besar pesawat terjatuh. Kami masih terus mengumpulkan data akurat untuk mendukung proses evakuasi,” jelasnya.
Identitas Kru dan Penumpang Pihak otoritas telah merilis daftar identitas delapan orang yang berada dalam penerbangan tersebut:
- Marindra (Pilot)
- Harun Arasyid (Co-Pilot)
- Patrick K
- Victor T
- Charles L
- Joko C
- Fauzie O
- Sugito
Seluruh korban tercatat berasal dari Pontianak. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur keamanan dan penyelamatan kini fokus pada area Nanga Taman dengan medan yang cukup menantang.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kegagalan teknis atau faktor cuaca yang memicu jatuhnya helikopter masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.














