JurnalPatroliNews – Jakarta -Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Teheran. Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tidak akan membuka blokade di Selat Hormuz kecuali Iran bersedia menyetujui kesepakatan damai yang diajukan oleh Washington.
Melalui unggahan di media sosial yang dikutip oleh AFP pada Selasa (21/4), Trump menyatakan bahwa tekanan militer dan ekonomi akan terus ditingkatkan hingga Iran tidak memiliki pilihan lain selain bernegosiasi.
“Blokade tidak akan kita cabut sampai ada ‘kesepakatan,’ sampai benar-benar menghancurkan Iran,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Trump mengklaim bahwa blokade maritim yang dilakukan AS telah memberikan dampak finansial yang sangat telak bagi perekonomian Iran.
Menurut kalkulasinya, Teheran kehilangan sumber pendapatan dalam jumlah yang fantastis setiap harinya akibat lumpuhnya jalur perdagangan utama tersebut.
“Mereka kehilangan USD 500 juta per hari, angka yang tidak bisa dipertahankan, bahkan dalam jangka pendek,” lanjutnya.
Kondisi di Selat Hormuz saat ini dilaporkan sangat mencekam. Lalu lintas kapal internasional terhenti total setelah kedua negara melakukan blokade secara terpisah, yang memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi dunia.
Di tengah situasi yang memanas, muncul harapan akan jalur diplomasi melalui negosiasi putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan.
Trump dikabarkan telah mengirimkan utusan khusus ke Islamabad untuk menghadiri perundingan tersebut. Namun, hingga saat ini, pihak Iran dilaporkan belum memberikan kepastian untuk hadir di meja perundingan, yang membuat masa depan gencatan senjata kembali menjadi tanda tanya besar.














