JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah cepat dalam menangani dampak sosial-ekonomi pascabencana yang melanda wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Melalui program “Kemnaker Peduli”, pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp32.252.643.000 guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam kunjungan kerjanya di BBPVP Medan pada Selasa (21/4).
Dalam pidatonya, Menaker menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan masyarakat tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu kembali bekerja dan berdaya.
“Dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi.
Namun, saya yakin dengan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh, kita akan mampu bangkit dan pulih bersama,” ujar Yassierli.
Rincian Alokasi Program Kemnaker Peduli
Dana senilai lebih dari Rp32 miliar tersebut tidak bersifat simbolis semata, melainkan didistribusikan ke dalam beberapa program strategis yang menyentuh langsung aspek keterampilan dan lapangan kerja:
- Pelatihan Vokasi: Menjadi alokasi terbesar yang menyasar 4.516 peserta di Sumatera Utara (Rp16,5 miliar) dan 2.438 peserta di Aceh (Rp8,9 miliar). Fokusnya adalah meningkatkan keahlian agar masyarakat siap kembali ke dunia kerja atau merintis usaha mandiri.
- Program Padat Karya: Dialokasikan sebanyak 40 paket kegiatan senilai Rp4 miliar untuk menciptakan lapangan kerja sementara sekaligus menggerakkan roda ekonomi di level lokal.
- Tenaga Kerja Mandiri (TKM): Sebanyak 400 paket bantuan modal senilai Rp2 miliar disiapkan untuk menstimulasi lahirnya pelaku usaha kecil baru.
- Dukungan Wirausaha MPSI: Bantuan berupa pelatihan dan modal usaha senilai Rp750 juta guna memperkuat kemandirian ekonomi.
- Santunan Sosial: Pemberian paket sembako dan tali asih senilai Rp52,5 juta bagi 28 pekerja yang terdampak kategori berat dan sedang.
Visi Pemulihan Jangka Panjang
Yassierli menekankan bahwa peran Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Aceh akan terus diperkuat untuk mendukung pemulihan jangka panjang.
Fokus utamanya adalah pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja pascabencana.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga dunia usaha, untuk bersinergi memastikan proses pemulihan berjalan efektif.
“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” pungkas Menaker.













