JurnalPatroliNews – Jakarta -Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan melalui aksi nyata penanaman mangrove bertajuk Kolaborasi Hijau Wariskan Mangrove untuk Bumi.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Telaga Waja, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan ini dihadiri langsung oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., bersama jajaran pejabat tinggi negara dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, Sabtu (25/4).
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Bali, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), serta perwakilan dari Pangdam IX/Udayana, Danlanal Denpasar, dan Danlanud I Gusti Ngurah Rai. Kehadiran para pejabat lintas instansi ini menunjukkan soliditas dalam menjaga ekosistem pesisir Bali.
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali menekankan kedudukan strategis Indonesia sebagai pemilik ekosistem mangrove terluas di dunia. Bali sendiri memiliki sekitar 2.100 hektar kawasan mangrove yang berfungsi vital dalam mitigasi perubahan iklim.
Penanaman 200 bibit mangrove pada aksi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang.
Gubernur Bali turut menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali memegang teguh kearifan lokal dalam menjaga harmoni alam.
Penanaman mangrove dinilai sebagai langkah strategis untuk mengatasi abrasi pantai serta melindungi wilayah pesisir Bali secara permanen.
Senada dengan hal tersebut, Jamdatun Kejaksaan Agung RI menambahkan bahwa aksi ini memiliki dampak besar dalam membentuk kesadaran kolektif masyarakat.
Menurutnya, melalui tindakan sederhana seperti menanam pohon, pemerintah dan masyarakat sedang menanamkan nilai-nilai luhur untuk masa depan bumi.
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan bibit mangrove secara simbolis dari Forum Peduli Mangrove Bali kepada para pejabat yang hadir.
Setelah pemaparan edukatif mengenai ekosistem pesisir, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman bersama di area yang telah ditentukan.
Menambah makna simbolis dalam menjaga keseimbangan fauna, Wakapolda Bali bersama para undangan lainnya juga melaksanakan pelepasan 150 ekor burung ke alam liar.
Melalui semangat kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan kelestarian mangrove di Bali tetap terjaga sehingga mampu memperkuat citra Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.














