Tragedi Teotihuacán: Wisatawan Asing Jadi Korban Penembakan, Pelaku Tewas Bunuh Diri

JurnalPatroliNews – Jakarta – Situs wisata bersejarah Piramida Teotihuacán di Meksiko berubah menjadi lokasi mencekam setelah seorang pria melakukan aksi penembakan massal pada Senin (20/4).

Insiden berdarah ini mengakibatkan seorang wanita warga negara Kanada tewas di lokasi kejadian, sementara 13 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Julio César Jasso Ramírez, warga negara Meksiko, mengakhiri hidupnya sendiri setelah sempat terlibat kontak senjata dengan pihak kepolisian.

Pihak berwenang menemukan ransel milik pelaku yang berisi senjata api, senjata tajam, peluru aktif, serta sejumlah catatan yang merujuk pada aksi kekerasan masa lalu.

Sekretaris Keamanan Negara Bagian Meksiko, Cristóbal Castañeda Camarillo, menjelaskan bahwa laporan penembakan diterima sekitar pukul 11.20 waktu setempat.

Personel Garda Nasional yang tiba di lokasi sempat membalas tembakan pelaku. Penyerang dilaporkan terluka di bagian kaki sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya pada pukul 11.45.

Hasil penyelidikan awal mengungkap fakta mengejutkan terkait motif pelaku. Jaksa Agung Negara Bagian, José Luis Cervantes Martínez, mengungkapkan bahwa Ramírez membawa catatan tulisan tangan yang berkaitan dengan penembakan di Sekolah Menengah Columbine, Amerika Serikat, pada April 1999.

Dalam catatannya, pelaku mengaku terinspirasi dari luar bumi untuk melakukan aksi kekerasan tersebut tepat pada peringatan ke-27 tragedi Columbine.

Dari 13 korban yang terluka, delapan di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berdasarkan keterangan resmi pemerintah setempat, mayoritas korban luka merupakan warga negara asing yang terdiri dari enam warga Amerika Serikat, tiga warga Kolombia, satu warga Rusia, satu warga Brasil, satu warga Belanda, dan satu warga Kanada.

Tujuh korban mengalami luka tembak, sementara sisanya terluka akibat situasi panik saat berusaha menyelamatkan diri di sekitar Piramida Bulan.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan belasungkawa mendalam atas tragedi yang terjadi di Teotihuacán.

Pemerintah federal saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Kanada serta kedutaan negara-negara asal korban lainnya untuk memberikan dukungan penuh.

Aksi penembakan ini terjadi di tengah upaya Meksiko memperketat keamanan publik menjelang perhelatan Piala Dunia.

Meski keamanan di lokasi wisata kini ditingkatkan, warga lokal mulai mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi di kawasan Teotihuacán.