Kopaska TNI AL Gelar Latihan Anti-Pembajakan Pesawat di Bandara Juanda

JurnalPatroliNews – Jakarta – Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut sukses merampungkan latihan intensif penanganan sabotase dan pembajakan pesawat di lingkungan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Latihan yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 April 2026 ini, merupakan upaya strategis untuk memastikan keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di wilayah kerja TNI AL.

Kegiatan ini berada di bawah kendali Komandan Satuan Kopaska (Dansatkopaska) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Wido Dwi Nugraha.

Fokus utama latihan adalah meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan personel pasukan khusus dalam menghadapi ancaman terorisme udara yang dinamis.

Dalam skenario latihan, disimulasikan sebuah pesawat yang dikuasai pembajak dipaksa mendarat di Bandara Juanda.

Tim Kopaska kemudian melakukan manuver taktis untuk merebut kembali kendali pesawat dari tangan kelompok penyandera. Tantangan meningkat ketika ditemukan Improvised Explosive Device (IED) atau bom rakitan di dalam kabin pesawat.

Menghadapi situasi krisis tersebut, Tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) Kopaska dikerahkan untuk melakukan identifikasi dan evakuasi bahan peledak.

Personel ahli tersebut kemudian melaksanakan prosedur disposal atau pemusnahan bom di lokasi steril yang telah disiapkan menggunakan peralatan teknologi terkini milik satuan.

Komandan Kopaska Koarmada RI, Laksma TNI Sadarianto, dalam penutupan Full Mission Profile (FMP) di Lanudal Juanda menekankan bahwa latihan merupakan investasi mahal bagi kesiapan tempur prajurit.

Ia mengapresiasi semangat para personel yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi meskipun dihadapkan pada situasi yang penuh tantangan.

Latihan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Kasal secara konsisten menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan serta kesiapan operasional satuan khusus TNI AL, terutama dalam menjaga keamanan titik-titik vital nasional guna mendukung stabilitas pertahanan negara.