JurnalPatroliNews – Jakarta -Hamparan tanaman jagung yang mulai menguning di atas lahan ketahanan pangan Polres Buleleng, Desa Sambangan, menjadi simbol kuat dari sinergi nyata antara jajaran kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Menariknya, agenda panen raya jagung kuartal II yang diselenggarakan secara serentak di seluruh penjuru Indonesia untuk wilayah Provinsi Bali dipusatkan di Kabupaten Buleleng.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., dengan didampingi Kasi Humas Polres Buleleng, Yohana Rosalin Diaz, menyampaikan bahwa aktivitas ini merupakan bagian dari gerakan panen raya serentak nasional yang diinisiasi oleh Polri bersama kelompok tani.
Ariasandy menjelaskan bahwa terkait dengan seluruh aktivitas bercocok tanam di lapangan, pihak yang melaksanakan secara penuh tetaplah para petani setempat.
Posisi Polri dalam hal ini hadir untuk memberikan pendampingan teknis serta dukungan moril guna membantu memacu produktivitas panen jagung, khususnya dalam menyukseskan program ketahanan pangan daerah.
Peluncuran SPPG dan Gudang Pangan Baru Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 Wita tersebut mengambil lokasi di area lahan ketahanan pangan Polres Buleleng yang berada di Jalan Srikandi, Gang Markisa, Desa Sambangan.
Selain melaksanakan agenda panen raya jagung kuartal II, acara ini juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG milik Polri.
Jalannya upacara di lapangan dipimpin langsung oleh Wakapolda Bali, I Made Astawa, yang datang bersama dengan jajaran pejabat utama di lingkungan Polda Bali.
Kehadiran rombongan ini disambut langsung oleh Kapolres Buleleng, Ruzi Gusman, beserta seluruh personel jajarannya. Agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng, unsur TNI, tokoh agama, pemuka adat, kalangan mahasiswa, hingga kelompok tani lokal.
Polri Perkuat Produktivitas Tanpa Ambil Peran Petani Tepat pada pukul 10.05 Wita, Wakapolda Bali bersama para tamu undangan yang hadir melakukan prosesi pemetikan jagung secara simbolis di area lahan pertanian tersebut.
Momentum ini merepresentasikan kolaborasi nyata antara institusi penegak hukum dan elemen masyarakat sipil dalam menopang stabilitas sektor pangan nasional.
Atmosfer kebersamaan begitu kental terlihat saat para pejabat kepolisian berpangkat tinggi tidak ragu untuk turun langsung ke area tanah pertanian bersama para petani.
Kelompok tani yang selama ini bertugas mengelola lahan mendapatkan suntikan motivasi, pembinaan, hingga fasilitasi bantuan sarana penunjang produktivitas pertanian dari pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Bali kembali menggarisbawahi bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak memiliki niat untuk mengambil alih peran utama dari para petani.
Sebaliknya, kehadiran personel Korps Bhayangkara ini bertujuan memperkuat aspek produktivitas serta menjaga keberlanjutan roda sektor pangan di tingkat daerah.
Melalui program pendampingan yang konsisten ini, hasil panen jagung masyarakat diharapkan dapat terus merangkak naik dan kesejahteraan para petani di Buleleng maupun Bali pada umumnya dapat terus meningkat.














