JurnalPatroliNews – Jakarta – Aparat kepolisian dari Polresta Yogyakarta terus bergerak cepat mengusut tuntas kasus kematian tragis seorang pemuda berinisial AA yang baru menginjak usia 18 tahun. Korban meregang nyawa setelah diduga kuat menjadi korban aksi klitih atau kejahatan jalanan di kawasan Kota Yogyakarta.
Guna mengidentifikasi para pelaku, tim penyidik kini tengah fokus menyisir sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar rute serta lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menjelaskan bahwa proses penyisiran CCTV tersebut dilakukan secara mendalam, di mana titik awal pelacakan dimulai dari kawasan Jalan Magelang.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak kepolisian, korban AA diketahui tidak berkendara sendirian pada saat malam kejadian, melainkan tengah membonceng sepeda motor yang dikemudikan oleh seorang temannya.
Merujuk pada hasil pemeriksaan sementara terhadap rekan korban, sebelum insiden maut terjadi, mereka tengah melaju mengendarai sepeda motor dari arah Jalan Magelang.
Rute perjalanan mereka berlanjut melintasi area sekitar Borobudur Plaza, kemudian mengarah ke wilayah Pingit. Dari sana, keduanya bergerak menuju ke Jalan Margo Utomo hingga akhirnya mengarah ke kawasan Kridosono.
Adrian menggarisbawahi bahwa seluruh rangkaian rute perjalanan berdasarkan pengakuan teman korban tersebut masih perlu didalami dan diuji kebenarannya.
Oleh sebab itu, pihak kepolisian berupaya keras untuk menyinkronkan antara isi rekaman video CCTV di lapangan dengan kesaksian tertulis.
Petugas juga memaklumi jika keterangan dari saksi kunci saat ini belum sepenuhnya ajek lantaran kondisi psikologisnya yang diduga masih mengalami kelelahan ekstrem atau didera rasa ketakutan pasca-kejadian.
Korban Sempat Dikejar dan Dianiaya di Depan Sekolah Perkembangan kronologi mengenai insiden berdarah ini turut dipaparkan oleh Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS.
Dani menjelaskan bahwa korban beserta temannya ternyata sempat terlibat aksi kejar-kejaran di jalan raya. Mereka terus dikuntit oleh para pelaku yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor sejak berada di ruas Jalan Magelang.
Aksi pengejaran tersebut berakhir tragis ketika kendaraan korban sampai di area depan pintu sebelah selatan bangunan SMAN 3 Yogyakarta. Pada titik lokasi tersebut, korban AA memutuskan untuk turun dari atas boncengan sepeda motor.
Tanpa ampun, para pelaku yang sudah mengintai langsung melakukan tindakan penganiayaan secara brutal terhadap korban dengan menggunakan senjata tajam.
Hingga saat ini, pihak kepolisian sendiri belum merinci secara detail mengenai jenis senjata tajam yang digunakan oleh pelaku dalam mengeksekusi korban.
Ditolong Warga Menggunakan Ambulans Gereja Melihat korban yang sudah terluka parah akibat penganiayaan tersebut, teman korban langsung berinisiatif menaikkannya kembali ke atas motor dan berusaha melarikan korban menuju ke rumah sakit terdekat untuk mencari pertolongan.
Namun, dalam perjalanan menyelamatkan diri tersebut, kondisi fisik korban dilaporkan terus melemah.
Tepat pada saat saksi dan korban melintas di kawasan Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru, Yogyakarta, tubuh korban AA mendadak terjatuh dari atas boncengan motor.
Beruntung, sejumlah warga setempat yang melihat kejadian tersebut langsung sigap memberikan pertolongan pertama.
Warga kemudian mengantarkan tubuh pemuda malang itu ke rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas armada ambulans milik sebuah gereja lokal.
Sebagaimana diketahui, korban AA mengembuskan napas terakhirnya dini hari tadi setelah mendapat serangan brutal yang diduga bermotif klitih di sekitar Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta.
Kendati sempat mendapatkan tindakan medis darurat di ruang perawatan RS Panti Rapih Yogyakarta sesaat setelah dievakuasi, nyawa korban pemuda 18 tahun tersebut tetap tidak berhasil diselamatkan.














