JurnalPatroliNews – KAIRO/RIYADH – Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah mengecam keras serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke Bahrain dan Kuwait di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Mesir dan Arab Saudi menegaskan dukungan penuh kepada kedua negara serta menolak segala bentuk tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan negara-negara Teluk.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan serangan terhadap Bahrain merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan suatu negara dan berpotensi memperburuk situasi keamanan regional. Kairo juga menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan nasional dunia Arab.
Dalam pernyataan resminya, Mesir menyerukan penghormatan terhadap prinsip kedaulatan negara serta pentingnya menahan diri guna mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan yang selama beberapa bulan terakhir dilanda ketegangan.
Sementara itu, Arab Saudi turut mengutuk serangan yang menyasar Bahrain dan Kuwait. Riyadh menilai tindakan tersebut sebagai agresi yang tidak dapat diterima dan berisiko mengganggu stabilitas kawasan Teluk.
“Arab Saudi mengutuk keras agresi brutal Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Bahrain dan Kuwait,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang dikutip pada Kamis (4/6/2026).
Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk serangan yang ditujukan kepada negara-negara Teluk. Menurut Riyadh, tindakan semacam itu tidak hanya mengancam keamanan kawasan, tetapi juga berpotensi menggagalkan berbagai upaya internasional untuk memulihkan stabilitas Timur Tengah.
“Kerajaan menolak serangan-serangan yang merusak kedaulatan negara-negara Teluk bersaudara dan melemahkan upaya internasional yang bertujuan memulihkan keamanan dan stabilitas di kawasan,” lanjut pernyataan tersebut.
Gelombang kecaman itu muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone baru ke wilayah Teluk Persia di tengah memanasnya hubungan dengan Amerika Serikat. Menurut laporan otoritas Kuwait, serangan tersebut mengakibatkan satu orang tewas, puluhan lainnya terluka, serta menyebabkan kerusakan pada fasilitas Bandara Internasional Kuwait dan gangguan penerbangan.
Militer Amerika Serikat sebelumnya menyatakan sejumlah rudal Iran yang diarahkan ke Bahrain berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan Bahrain. Sementara rudal yang mengarah ke Kuwait dilaporkan gagal mencapai target atau hancur di perjalanan.
Perkembangan terbaru ini menambah ketegangan di kawasan Teluk dan memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik yang dapat mengancam stabilitas politik dan ekonomi Timur Tengah.















Komentar