JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menetapkan target besar untuk memulai pembangunan infrastruktur transportasi baru di ibu kota.
Pihak Pemprov DKI menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking jembatan penghubung berbentuk “cincin donat” di kawasan Dukuh Atas dapat terlaksana bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta.
Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur melakukan diskusi intensif bersama Sekretaris Daerah (Sekda) serta Asisten Keuangan Pemprov DKI Jakarta.
Langkah awal dimulainya proyek ini menjadi representasi nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk mengintegrasikan seluruh moda transportasi publik secara menyeluruh.
Pramono mengemukakan hal tersebut saat meninjau area di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari Minggu ini.
Proyek infrastruktur melingkar ini dirancang khusus guna menyokong konektivitas antarmoda yang terus dikembangkan bersama jajaran operator transportasi massal.
Meja redaksi mencatat bahwa peresmian awal dari proyek strategis ini diupayakan masuk ke dalam rangkaian perayaan HUT DKI Jakarta, yakni pada tanggal 21 hingga 22 Juni 2026.
Sinkronisasi Peresmian Rasuna Said dan Pemotongan Monorel
Gubernur Pramono menghendaki prosesi groundbreaking dapat berjalan simultan dengan berbagai agenda perayaan hari jadi kota Jakarta.
Pada tanggal 22 Juni 2026 mendatang, Pemprov DKI juga telah menjadwalkan agenda peresmian kawasan Rasuna Said.
Bersamaan dengan momen tersebut, pengerjaan pemotongan tiang monorel di jalur utama ditargetkan telah rampung sepenuhnya.
Kehadiran jembatan penghubung melingkar ini nantinya akan memperkuat peran Dukuh Atas sebagai salah satu simpul transit tersibuk di Jakarta.
Kawasan Dukuh Atas sendiri selama ini telah menjadi titik temu krusial bagi berbagai moda transportasi seperti MRT, LRT, KRL Commuter Line, hingga layanan TransJakarta.
Peningkatan kualitas konektivitas antarmoda ini dinilai sangat mendesak seiring dengan melonjaknya volume pengguna transportasi massal di Jakarta dan wilayah penyangga.
Optimisme Kenaikan Persentase Konektivitas Transportasi Ibu Kota
Sistem integrasi transportasi publik di Jakarta diprediksi akan menjadi jauh lebih kuat setelah jalur LRT rute Velodrome-Manggarai diresmikan.
Pihak Pemprov DKI Jakarta optimis bahwa rute LRT dari Velodrome, Kelapa Gading hingga ke Manggarai tersebut sudah bisa diresmikan pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Apabila proyek koridor LRT tersebut sukses beroperasi, maka indeks konektivitas di Jakarta dipastikan akan mengalami lonjakan signifikan.
Pramono memproyeksikan angka konektivitas transportasi umum di Jakarta yang saat ini bertengger di posisi 93% akan terus bergerak naik.















Komentar