JurnalPatroliNews – London -Gubernur Bali Wayan Koster kembali membawa nama Indonesia ke panggung internasional dengan menghadiri rangkaian utama London Climate Action Week (LCAW) 2026 yang berlangsung di London, Inggris, pada 23 Juni 2026.
Kehadirannya menjadi perhatian khusus karena ia tercatat sebagai satu-satunya gubernur dari kawasan Asia yang diundang dalam forum iklim global bergengsi tersebut.
London Climate Action Week merupakan salah satu forum internasional yang mempertemukan para pemimpin daerah, pembuat kebijakan, organisasi internasional, investor, akademisi, hingga komunitas lingkungan untuk membahas langkah konkret menghadapi krisis perubahan iklim.
Pada sesi utama, lebih dari 200 peserta dari berbagai negara hadir, termasuk 26 kepala daerah yang terdiri atas gubernur dan wali kota dari berbagai kawasan dunia.
Acara dibuka oleh Pendiri Bloomberg Philanthropies, Michael Bloomberg, dan dilanjutkan dengan pidato utama Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres.
Dalam pidatonya, Guterres menegaskan bahwa transisi menuju energi bersih bukan lagi sekadar agenda lingkungan, tetapi telah menjadi kebutuhan ekonomi sekaligus strategi menjaga keamanan global.
Ia juga menyoroti pentingnya pengurangan emisi gas metana serta mendorong seluruh pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menggunakan energi terbarukan paling lambat tahun 2030.
Selain itu, Sekjen PBB menekankan bahwa keberhasilan aksi iklim hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga filantropi, akademisi, hingga masyarakat sipil.
Bali Percepat Target Nol Emisi
Menanggapi berbagai isu yang dibahas dalam forum tersebut, Gubernur Wayan Koster memaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat transformasi menuju pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Menurut Koster, Bali telah memiliki berbagai regulasi yang mendukung pengembangan energi bersih dan pelestarian lingkungan.
Beberapa kebijakan tersebut di antaranya Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih, Pergub Nomor 48 Tahun 2019 mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, Perda Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 mengenai sistem pertanian organik, serta Pergub Nomor 24 Tahun 2020 terkait perlindungan danau, mata air, sungai, dan laut.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Bali menargetkan mampu mencapai Net Zero Emission pada tahun 2045, atau 15 tahun lebih cepat dibanding target nasional Indonesia yang ditetapkan pada tahun 2060.
Di sela-sela kegiatan, Wayan Koster juga melakukan pertemuan singkat dengan António Guterres dan Michael Bloomberg. Kehadiran Bali dalam forum tersebut mendapat apresiasi dari kedua tokoh dunia tersebut serta para kepala daerah dari berbagai negara yang hadir.
Berbagi Praktik Terbaik Pemerintah Daerah
Selain mengikuti forum utama, Gubernur Bali turut menghadiri Local Climate Action Summit, sebuah pertemuan yang membahas berbagai praktik terbaik pemerintah daerah dalam mengembangkan energi bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta membangun infrastruktur yang tangguh menghadapi dampak perubahan iklim.
Forum ini menjadi wadah berbagi pengalaman antarwilayah dalam menerapkan kebijakan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan.
Perkuat Ketahanan Energi Global
Rangkaian kunjungan ditutup dengan keikutsertaan Wayan Koster dalam dialog bersama Under2 Coalition, forum yang mempertemukan para gubernur, menteri, dan pemimpin regional dari berbagai negara.
Diskusi berfokus pada penguatan ketahanan energi melalui pengembangan sistem energi bersih yang terjangkau sebagai fondasi mendukung industrialisasi berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian target pengurangan emisi karbon di masing-masing wilayah.
Keikutsertaan Bali dalam forum internasional tersebut sekaligus mempertegas posisi daerah sebagai salah satu contoh implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan yang mulai mendapat perhatian komunitas global.















Komentar