Bupati Bondowoso Minta Maaf Usai Polemik Aksi Panggung di Bondowoso Digital Days 2026

JurnalPatroliNews | Bondowoso – Polemik yang mencuat dalam penyelenggaraan Bondowoso Digital Days 2026 mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Bupati KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah salah satu sesi hiburan dalam rangkaian acara tersebut menuai kritik karena dinilai menampilkan aksi yang tidak sesuai dengan norma kepatutan.

Sorotan publik bermula dari penampilan musik disc jockey (DJ) pada Sabtu (25/7/2026) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Dalam penampilan tersebut, sejumlah peserta terlihat berjoget di atas panggung dengan gerakan yang kemudian dianggap mengandung unsur sensual. Rekaman video pertunjukan itu beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Menanggapi polemik tersebut, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menyatakan penyesalan sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang terjadi dalam agenda resmi pemerintah daerah tersebut.

“Saya selaku pimpinan menyatakan permohonan maaf atas kejadian ini,” ujar Hamid kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengaku telah memberikan teguran kepada pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan acara.

Selain itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh mekanisme pelaksanaan kegiatan, terutama yang berkaitan dengan materi hiburan dan pengawasan di lapangan.

“Saya sudah memberikan teguran kepada penanggung jawab acara dan meminta dilakukan evaluasi secara mendasar,” kata Hamid.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperketat standar kepatutan dalam setiap kegiatan yang menggunakan fasilitas maupun anggaran pemerintah, sehingga seluruh rangkaian acara tetap sejalan dengan nilai-nilai budaya, etika, serta harapan masyarakat Bondowoso.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih baik.

“Kami sangat mencermati berbagai masukan dari masyarakat. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” tegas mantan anggota DPR RI tersebut.

Bondowoso Digital Days 2026 sendiri merupakan agenda yang berlangsung pada 14–27 Juli 2026 di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Ekonomi Digital Daerah”.

Selain menghadirkan berbagai layanan digital, edukasi, serta promosi ekonomi kreatif, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan sejumlah pertunjukan hiburan untuk menarik partisipasi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan standar penyelenggaraan acara publik, sehingga tujuan mendorong transformasi digital tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan nilai-nilai kepatutan yang hidup di tengah masyarakat.

Komentar