Pendekatan Humanis TNI Berhasil, Warga Perbatasan Serahkan Dua Senjata Rakitan

JurnalPatroliNews | Sanggau, Kalimantan Barat – Pendekatan humanis melalui komunikasi sosial (Komsos) yang dilakukan personel Pos Segumun Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani kembali membuahkan hasil.

Dua pucuk senjata rakitan jenis Bowman diserahkan secara sukarela oleh warga Dusun Segumun, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, kepada personel Satgas sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya keamanan di wilayah perbatasan.

Penyerahan senjata dilakukan pada Rabu malam (29/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB oleh dua warga berinisial HR (44) dan BN (51). Keduanya menyerahkan senjata rakitan tersebut setelah memperoleh edukasi dari personel Satgas mengenai bahaya kepemilikan senjata api ilegal serta konsekuensi hukum yang menyertainya.

Keberhasilan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan komunikasi sosial yang digelar sejak Selasa (28/7/2026). Dalam kegiatan itu, prajurit Pos Segumun mendatangi masyarakat untuk mempererat hubungan dengan warga, memberikan layanan pengobatan gratis, sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, kekeluargaan, dan kepercayaan, kedua warga akhirnya memilih menyerahkan senjata rakitan yang selama ini mereka simpan kepada aparat TNI secara sukarela.

Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani mengapresiasi sikap kooperatif masyarakat yang dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran hukum serta kepedulian terhadap keamanan wilayah perbatasan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan penyerahan senjata rakitan kepada Satgas. Pendekatan persuasif melalui komunikasi sosial akan terus kami lakukan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa komunikasi yang intensif dengan masyarakat mampu membangun hubungan saling percaya antara aparat dan warga, sehingga berbagai persoalan keamanan dapat diselesaikan melalui pendekatan persuasif.

Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani menegaskan akan terus mengintensifkan kegiatan komunikasi sosial di wilayah penugasan, sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak menyimpan maupun memiliki senjata api ilegal.

Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya kepemilikan senjata api ilegal ataupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan di kawasan perbatasan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI bersama masyarakat dalam menciptakan wilayah perbatasan yang aman, damai, kondusif, serta bebas dari peredaran senjata ilegal dan berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.

Komentar