JurnalPatroliNews | Sidoarjo – Upaya penyelundupan narkotika melalui jalur penerbangan internasional dan kargo udara kembali berhasil dipatahkan. Berkat sinergi Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) TNI AL Bandara Juanda, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal), serta para pemangku kepentingan di Bandara Internasional Juanda, dua pengungkapan besar berhasil menggagalkan peredaran narkotika dengan nilai ekonomi lebih dari Rp3,2 miliar.
Keberhasilan operasi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers di Markas Komando Lanudal Juanda, Sidoarjo. Paparan disampaikan Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan mewakili Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana.
Pengungkapan pertama berlangsung pada 29 Juli 2026, ketika petugas mengamankan seorang penumpang penerbangan rute Malaysia–Surabaya yang kedapatan membawa 990 gram sabu serta 1.089 butir ekstasi. Nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2,9 miliar.
Operasi kedua dilakukan pada 2 Agustus 2026. Kali ini, Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda bekerja sama dengan Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) menggagalkan pengiriman 188 gram sabu melalui jalur kargo udara dengan tujuan Ternate, Maluku Utara. Barang haram tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp300 juta.
Dari dua pengungkapan tersebut, aparat berhasil menggagalkan peredaran narkotika dengan total nilai melebihi Rp3,2 miliar. Berdasarkan estimasi aparat, keberhasilan itu juga berpotensi menyelamatkan sekitar 6.960 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Keberhasilan tersebut menunjukkan semakin kuatnya sistem pengawasan di kawasan Bandara Internasional Juanda melalui kolaborasi antara TNI AL, pengelola bandara, aparat keamanan penerbangan, serta instansi terkait lainnya.
Pengawasan terpadu dinilai menjadi langkah penting dalam menutup berbagai celah yang kerap dimanfaatkan jaringan narkotika internasional untuk memasukkan barang haram ke Indonesia, baik melalui penumpang maupun pengiriman kargo.
Keberhasilan operasi ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga objek vital nasional.
Selain menjaga keamanan wilayah, TNI AL juga berkomitmen mendukung langkah pemerintah dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan transnasional, khususnya peredaran gelap narkotika yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.
TNI AL memastikan koordinasi dengan seluruh stakeholder akan terus diperkuat guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta mencegah masuknya narkotika melalui seluruh pintu gerbang transportasi nasional.














Komentar