Hanura Siapkan Gebrakan 2029: Logo Baru Singa, Kader Parpol Lain Dipersilakan Masuk

JurnalPatroliNews | Jakarta — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memasuki fase baru menuju Pemilu 2029. Selain memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah, partai tersebut tengah menyiapkan perubahan identitas melalui logo baru berbentuk singa.

Bersamaan dengan agenda tersebut, Hanura membuka ruang bagi kader partai politik lain maupun seluruh anak bangsa yang memiliki visi perjuangan sejalan untuk bergabung dan membangun kekuatan politik bersama.

Ketua Tim Satuan Tugas (Task Force) DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella mengatakan, Hanura ingin menempatkan diri sebagai partai yang terbuka bagi siapa pun yang melihat politik sebagai jalan untuk membangun Indonesia.

“Maka Hanura menjadi rumah terbuka bagi siapa pun,” kata Rio saat menghadiri Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force tingkat DPC se-Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Rio, keterbukaan tersebut tidak terbatas pada masyarakat yang sebelumnya belum berpartai. Kader dari partai politik lain juga dipersilakan bergabung apabila memiliki visi dan semangat perjuangan yang sama.

“Bagi anak bangsa yang meyakini bahwa dengan cara-cara politik kita bisa membangun Indonesia, Hanura akan membuka diri. Dari partai mana pun yang akan berjuang bersama-sama dan sevisi dengan perjuangan Hanura, pasti kita terima,” ujarnya.

Dalam konsolidasi yang turut dihadiri Ketua DPD Hanura Kalimantan Utara Ingkong Ala tersebut, Rio menegaskan bahwa mesin partai mulai dipersiapkan secara serius menghadapi kontestasi politik 2029.

Konsolidasi tersebut diarahkan untuk memastikan struktur organisasi Hanura semakin solid hingga tingkat daerah. Ia juga berharap kader di seluruh tingkatan memiliki militansi yang kuat dalam membawa visi dan ideologi partai, termasuk agenda pemberdayaan daerah.

Rio mengungkapkan, Hanura saat ini memiliki 17 kursi di seluruh Kalimantan Utara, terdiri atas tiga kursi di tingkat provinsi, termasuk posisi pimpinan DPRD, serta kursi di sejumlah daerah.

“Kita mendapatkan 17 kursi di seluruh Kaltara. 3 di provinsi, dua wakil ketua DPRD, dan satu ketua DPRD di Kaltara. Hasilnya cukup bagus,” kata Rio.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi salah satu modal untuk menghadapi tahapan Pemilu 2029. Namun, Hanura tetap harus bekerja keras memperkuat struktur dan basis dukungan di lapangan.

Mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, Rio mengaku belum mengetahui secara pasti angka yang akan berlaku pada Pemilu 2029. Meski demikian, ia memastikan partai tidak akan menunggu kepastian tersebut untuk bergerak.

“Kita belum tahu berapa persennya, tetapi Hanura harus memastikan bahwa partai ini siap dalam kondisi apa pun, sekeras apa pun pertarungan pada Pemilu 2029,” tegasnya.

Hanura berencana menggelar konsolidasi nasional secara masif selama dua tahun mendatang. Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari strategi mengembalikan keterwakilan partai di tingkat nasional.

“Kami meyakini bahwa tantangan-tantangan itu akan kami hadapi dan akan kami lewati. Kami akan kembali ke Senayan pada 2029 yang akan datang, dan akan kami buktikan dengan kerja keras seperti sekarang,” ucap Rio.

Bidik 5-6 Kursi DPRD Kaltara

Target ambisius juga dipasang Hanura untuk Kalimantan Utara. Dari tiga kursi DPRD provinsi yang dimiliki saat ini, Rio menargetkan perolehan dapat meningkat menjadi lima hingga enam kursi pada Pemilu 2029.

“Target kita mendapatkan lima atau enam kursi dari yang saat ini tiga kursi tingkat provinsi. Dulu kita pernah mendapatkan empat kursi, kita harapkan bisa naik untuk menjadi pimpinan DPRD Provinsi di Kaltara,” ungkapnya.

Selain memperkuat struktur, Hanura juga tengah menyiapkan identitas baru partai. Logo berbentuk singa disebut menjadi bagian dari perubahan tersebut yang akan diperkenalkan secara resmi setelah konsolidasi organisasi selesai.

Rio mengatakan, peluncuran logo baru akan dibarengi dengan pengenalan warna bendera dan visi baru Hanura yang diarahkan untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Kita akan launching logo ini secara resmi setelah kami menyelesaikan konsolidasi nasional 100 persen di provinsi, 100 persen di kabupaten/kota, dan 100 persen di kecamatan,” jelasnya.

Ia menyebut terdapat 514 kabupaten/kota dan sekitar 7.300 kecamatan yang menjadi bagian dari target konsolidasi tersebut.

“Ada 514 kabupaten/kota dan sekitar 7.300 kecamatan. Begitu itu selesai, maka kami akan segera meluncurkan logo baru, warna bendera baru, dan visi baru Hanura untuk 2029,” ujar Rio.

Hanura Kaltara Siapkan Strategi Gotong Royong

Ketua DPD Hanura Kalimantan Utara Ingkong Ala menyambut positif target yang ditetapkan DPP. Ia mengakui posisi Hanura di Kaltara pada periode sebelumnya mengalami penurunan hingga berada di peringkat kelima.

Meski demikian, Ingkong menilai selisih perolehan suara antarpartai masih relatif dekat sehingga peluang untuk kembali memperkuat posisi politik tetap terbuka.

Untuk itu, Hanura Kaltara memilih strategi konsolidasi berbasis gotong royong dengan memperkuat struktur hingga tingkat paling bawah.

“Bagaimana cara kita? Kita keroyok bersama-sama, gotong royong untuk menyelesaikan persoalan DPC yang belum menuntaskan PAC (Pengurus Anak Cabang)-nya,” ujar Ingkong.

Ia menilai kehadiran Tim Task Force DPP di Tarakan memberikan tambahan energi bagi pengurus daerah untuk mempercepat konsolidasi.

“Energi kami untuk melakukan kerja-kerja konsolidasi semakin bertambah. Kami optimistis, tidak ingin memasang target yang muluk-muluk, tetapi minimal kami akan kembali ke posisi unsur pimpinan (DPRD Kaltara),” imbuh Ingkong.

Perubahan logo, pembenahan struktur, rekrutmen kader, serta konsolidasi hingga tingkat kecamatan menjadi paket strategi Hanura untuk membangun kembali kekuatan politik menjelang Pemilu 2029.

Dengan membuka pintu bagi kader dari berbagai latar belakang politik, Hanura juga berupaya memperluas basis kader sekaligus memperkuat mesin partai agar target kembali ke Senayan pada 2029 dapat diwujudkan.

Komentar