JurnalPatroliNews | Jakarta — Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi akhirnya angkat bicara setelah pernyataannya mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik nasional sebelum 2029 memicu polemik dan spekulasi di ruang publik.
Budi Arie menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atau keberatan dengan pernyataannya. Ia juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan dan analisis pribadinya, bukan representasi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo maupun pihak tertentu.
“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini, yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie dalam video klarifikasinya, Rabu (26/8/2026).
Budi Arie memahami pernyataannya telah menimbulkan berbagai tafsir, terutama setelah rekaman video yang memperlihatkan dirinya duduk di samping Jokowi beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Budi Arie sebelumnya berbicara mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik lebih cepat dari siklus 2029.
Ia kemudian memberikan penegasan bahwa analisis tersebut sepenuhnya merupakan pandangan pribadi.
“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi atas analisis dan pernyataan saya tersebut,” ujarnya.
Salah satu poin penting dalam klarifikasi Budi Arie adalah penegasan bahwa pernyataannya tersebut tidak berkaitan dengan Joko Widodo.
Penegasan itu disampaikan setelah video yang beredar memperlihatkan Budi Arie menyampaikan pernyataan tersebut ketika berada bersebelahan dengan Jokowi. Kondisi tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa pernyataan itu mungkin berkaitan dengan sikap atau agenda politik Jokowi.
Budi Arie membantah persepsi tersebut dan meminta publik tidak mengaitkan analisis pribadinya dengan mantan Presiden Jokowi. Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi respons atas munculnya beragam reaksi politik setelah video tersebut beredar. Sejumlah pihak sebelumnya menilai pernyataan mengenai kemungkinan percepatan sebelum 2029 dapat memunculkan kegaduhan politik di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Permintaan maaf Budi Arie menjadi upaya meredakan polemik yang berkembang sejak pernyataannya viral. Namun, pernyataan tersebut sebelumnya telah memancing beragam tafsir mengenai arah dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029.
Bagi Budi Arie, penjelasan bahwa pernyataan itu merupakan analisis pribadi menjadi penting untuk memisahkan pendapat pribadinya dari sikap institusi maupun tokoh politik lain.
Ia juga menegaskan kesediaannya mempertanggungjawabkan pernyataan tersebut sekaligus meminta publik tidak menarik kesimpulan yang melampaui konteks awal pembicaraan.
Dengan klarifikasi itu, Budi Arie berharap polemik mengenai pernyataan “percepatan” dapat diakhiri dan perhatian publik kembali diarahkan pada upaya menjaga persatuan serta stabilitas politik nasional.
Pernyataan maaf tersebut sekaligus menutup sementara kontroversi yang muncul setelah video pertemuan Budi Arie dan Jokowi viral. Namun, perkembangan respons politik terhadap isu tersebut masih menjadi perhatian publik menjelang dinamika politik nasional menuju 2029.














Komentar