Seleksi Petugas Haji 2027 Dimulai! 1.344 Peserta Jalani CAT di 35 Lokasi

JurnalPatroliNews | Jakarta — Sebanyak 1.344 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter formasi nonkesehatan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di 35 titik kantor dan unit pelaksana teknis Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sabtu (5/9/2026).

Seleksi tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dengan BKN untuk memperkuat tata kelola rekrutmen petugas haji.

Penggunaan sistem CAT ditujukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, terukur, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan pelibatan BKN menjadi langkah penting dalam membangun standar seleksi petugas haji yang lebih profesional.

“Tahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional,” ujar Puji di Jakarta.

1.344 Peserta Ikuti Ujian Serentak

Ribuan peserta tersebut berasal dari dua kelompok formasi, yakni PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi nonkesehatan.

Untuk formasi PPIH Arab Saudi, terdapat enam bidang layanan yang diseleksi, yaitu Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Jemaah Lansia dan Disabilitas, serta Media Center Haji.

Setiap bidang memiliki fungsi pelayanan yang berbeda sehingga membutuhkan kemampuan dan kesiapan yang sesuai dengan tugas masing-masing.

Seleksi CAT menjadi salah satu tahapan untuk mengukur kemampuan peserta sebelum mereka menjalani rangkaian seleksi berikutnya.

BKN Dilibatkan untuk Perkuat Transparansi

Keterlibatan BKN memberikan standar pelaksanaan ujian yang sama bagi seluruh peserta.

Dengan pelaksanaan berbasis komputer, proses pengerjaan dan hasil ujian dapat tercatat secara sistematis.

Menurut Puji, mekanisme tersebut juga memungkinkan hasil pelaksanaan dipantau secara langsung sehingga proses seleksi dapat dilakukan dengan tingkat transparansi yang lebih kuat.

Sistem CAT tidak hanya diarahkan untuk menentukan siapa yang memiliki nilai akademik atau teknis terbaik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun proses rekrutmen yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bukan Cuma Pintar, Integritas Jadi Ukuran

Puji menegaskan kemampuan teknis bukan satu-satunya ukuran dalam memilih petugas haji.

Petugas akan berhadapan langsung dengan jemaah dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam selama penyelenggaraan ibadah haji.

Karena itu, calon petugas juga harus memiliki integritas, kemampuan manajerial, kesiapan mental serta orientasi pelayanan.

“Yang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial dan orientasi pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.

Tantangan Melayani Jemaah Lansia dan Disabilitas

Tugas petugas haji memiliki kompleksitas tersendiri karena tidak seluruh jemaah berada dalam kondisi fisik dan kemampuan yang sama.

Sebagian jemaah merupakan lanjut usia. Sebagian lainnya merupakan penyandang disabilitas atau membutuhkan bantuan dalam mengakses layanan selama berada di Arab Saudi.

Situasi tersebut membutuhkan petugas yang tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kesabaran dan kepekaan terhadap kebutuhan jemaah.

Karena itu, aspek pelayanan menjadi salah satu perhatian dalam proses seleksi tahun ini.

Seleksi Menjadi Cermin Kualitas Pelayanan Haji

Menurut Puji, petugas haji pada dasarnya merupakan bagian dari wajah pelayanan pemerintah kepada jemaah.

Karena itu, proses memilih orang yang akan menjalankan tugas tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

“Petugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Puji.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses seleksi bukan semata mencari calon petugas yang mampu menyelesaikan tugas administratif, tetapi juga mereka yang siap memberikan pelayanan dalam situasi yang dinamis.

35 Titik BKN Perluas Akses Peserta

Pelaksanaan CAT di 35 titik kantor dan unit pelaksana teknis BKN memungkinkan peserta mengikuti ujian dari wilayah masing-masing.

Pola tersebut membuat calon petugas tidak harus berkumpul di satu lokasi untuk menjalani tahapan CAT.

Selain memperluas akses, penyelenggaraan secara serentak juga memastikan standar ujian tetap sama meskipun peserta berada di daerah berbeda.

Model ini sekaligus memperlihatkan upaya Kemenhaj membangun proses seleksi yang lebih terukur dengan dukungan sistem dan infrastruktur BKN.

Nilai CAT Jadi Bagian Seleksi PPIH 2027

Hasil CAT selanjutnya menjadi salah satu komponen penilaian dalam rangkaian seleksi PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi.

Artinya, peserta yang mengikuti ujian pada Sabtu ini masih harus melewati tahapan seleksi lainnya sesuai mekanisme yang ditetapkan Kemenhaj.

Proses tersebut diharapkan menghasilkan petugas yang memenuhi standar kompetensi sekaligus memiliki integritas dan orientasi pelayanan.

Mencari Petugas yang Siap Melayani, Bukan Sekadar Lulus Tes

Seleksi PPIH 2027 membawa misi yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan daftar peserta dengan nilai CAT terbaik.

Kemenhaj membutuhkan petugas yang mampu bekerja dalam lingkungan pelayanan yang kompleks, memahami kebutuhan jemaah serta memiliki kesiapan menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

Dengan menggandeng BKN, pemerintah berupaya memastikan proses seleksi memiliki standar yang seragam dan dapat diawasi.

Pada akhirnya, kualitas petugas haji akan ikut menentukan kualitas pelayanan yang diterima jemaah.

Karena itu, seleksi PPIH tahun ini diarahkan untuk menemukan sosok yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas, profesional, memiliki kemampuan manajerial dan benar-benar berorientasi pada kepentingan jemaah.

Komentar