Gempa Guncang Flores, Kemnaker Kirim 250 Paket Sembako dan Santunan

JurnalPatroliNews | Manggarai Barat — Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus diperkuat. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui program Kemnaker Peduli mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah yang terdampak bencana.

Pada tahap pertama, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp119,7 juta. Bantuan tersebut berasal dari pengumpulan dana Insan Kemnaker Peduli bersama dukungan para mitra kerja.

Bantuan tahap awal terdiri atas 250 paket sembako, 250 amplop santunan, dan 20 unit terpal.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Kemnaker bersama mitra kerja terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak gempa.

“Kami akan menyalurkan bantuan dari Kemnaker Peduli untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, hingga Nagekeo. Bantuan ini berasal dari saudara-saudara kita di Kemnaker serta para mitra dengan harapan dapat meringankan penderitaan masyarakat di Pulau Flores ini,” ujar Sukro saat meninjau penyaluran bantuan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu (9/9/2026).

Bantuan Mulai Disalurkan dari Manggarai Barat

Distribusi tahap pertama diawali di Kabupaten Manggarai Barat.

Sebanyak 60 paket sembako bersama santunan tunai disalurkan kepada warga dalam dua tahap, yakni pada pagi dan sore hari.

Tidak berhenti di Manggarai Barat, tim Kemnaker Peduli juga bergerak memperluas penyaluran ke wilayah lain yang terdampak.

Pada siang hari, relawan Kemnaker Peduli dilepas untuk membawa 80 paket sembako beserta santunan tunai menuju Kabupaten Nagekeo.

Langkah tersebut menjadi bagian dari distribusi bantuan secara bertahap agar bantuan dapat menjangkau masyarakat di sejumlah titik terdampak.

Sasar Manggarai hingga Nagekeo

Sukro menjelaskan distribusi berikutnya akan menyasar beberapa wilayah lainnya di Pulau Flores.

“Selanjutnya kita akan menyalurkan bantuan sebanyak 110 paket ke wilayah Reo, Lembor dan Mbeliling. Sehingga total bantuan yang diberikan pada tahap pertama ini berjumlah 250 paket sembako, 250 amplop santunan, dan 20 unit terpal,” kata Sukro.

Dengan pembagian tersebut, program Kemnaker Peduli tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi diarahkan untuk menjangkau sejumlah kawasan terdampak di Flores.

Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Nagekeo, hingga sejumlah wilayah lainnya menjadi bagian dari sasaran penyaluran bantuan.

Dukungan Mitra Turut Menguatkan

Program bantuan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra Kemnaker.

Perum Jasa Tirta turut memberikan bantuan senilai Rp18 juta, sementara Forum Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) menyumbangkan 20 unit terpal.

Terpal tersebut kemudian diarahkan untuk membantu masyarakat di wilayah Manggarai Timur, Nagekeo, dan Reo.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap bencana dapat diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan konsumsi, tetapi juga perlengkapan yang dapat digunakan masyarakat dalam situasi darurat.

Bantuan Diharapkan Terus Berlanjut

Sukro berharap bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di Flores tidak berhenti pada tahap pertama.

Menurutnya, kebutuhan warga pascabencana masih memerlukan perhatian dan dukungan secara berkelanjutan. Karena itu, Kemnaker Peduli membuka ruang agar dukungan berikutnya dapat terus digerakkan bersama para mitra.

Penyaluran bantuan di sejumlah wilayah Flores diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah dan mitra kerja di tengah situasi bencana.

Program tersebut saat ini menjangkau Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Nagekeo, serta daerah terdampak lainnya.

Bagi Kemnaker, kepedulian terhadap masyarakat yang terkena bencana merupakan bagian dari semangat gotong royong. Bantuan yang dihimpun dari keluarga besar Kemnaker dan para mitra diharapkan menjadi dukungan nyata bagi warga Flores dalam melewati masa pemulihan pascagempa.

Komentar