JurnalPatroliNews | Jayawijaya — Identitas dua orang yang diduga terlibat dalam penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya kini telah dikantongi aparat. Keduanya berinisial PN dan KT, yang menurut Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya.
Pengungkapan identitas tersebut tidak berhenti pada perkara penembakan tiga ASN di Distrik Muliama. Aparat menyebut PN dan KT juga memiliki catatan keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan lain di Papua, termasuk dugaan keterlibatan dalam insiden penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 serta perkara penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan identifikasi PN dan KT diperoleh setelah kepolisian mencocokkan cuplikan video call yang beredar di media sosial dengan data serta ciri-ciri yang telah dimiliki aparat.
“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki, serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Yusuf, dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Identifikasi tersebut kini menjadi pijakan baru bagi aparat untuk mempersempit pencarian terhadap dua orang yang telah masuk daftar pencarian orang.
Diduga Terkait Penembakan FBLB
Salah satu perkara yang kembali mencuat adalah penembakan di sekitar lokasi Festival Budaya Lembah Baliem di Walesi, Kabupaten Jayawijaya, pada 8 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut menyebabkan dua warga sipil mengalami luka tembak. Berdasarkan penyelidikan awal aparat, serangan tersebut diduga berkaitan dengan KKB Kodap III Ndugama. Polisi juga sebelumnya menyebut adanya dugaan keterlibatan EG dan PN dalam perkara tersebut, yang masih didalami melalui pemeriksaan saksi, barang bukti dan petunjuk di lapangan.
Dalam perkembangan terbaru, Satgas Cartenz kembali menyebut nama PN bersama KT ketika mengungkap identitas pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya.
Namun, polisi masih harus membuktikan secara hukum peran masing-masing pihak dalam setiap perkara. Identifikasi sebagai DPO maupun dugaan keterlibatan dalam suatu insiden tidak dengan sendirinya merupakan putusan bersalah.
Jejak Perkara Susi Air
Nama PN dan KT juga disebut memiliki keterkaitan dengan perkara penyanderaan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang diculik setelah mendarat di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, pada 7 Februari 2023.
Philip kemudian berhasil dibebaskan pada 21 September 2024 setelah menjalani penyanderaan sekitar satu tahun tujuh bulan. Proses pembebasan dilakukan dengan pendekatan negosiasi yang melibatkan berbagai pihak.
Dalam penjelasan mengenai perkembangan perkara tersebut, Yusuf menyebut keterkaitan PN dan KT dengan kasus penyanderaan pilot menjadi salah satu temuan penting dalam pengembangan identifikasi.
“Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya FBLB dan penyanderaan pilot Susi Air merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” ujar Yusuf.
Perlu dibedakan bahwa perkara penyanderaan Philip Mehrtens sendiri merupakan kasus yang melibatkan kelompok Egianus Kogoya. Polri pada masa penanganan kasus tersebut juga menyatakan bahwa kelompok bersenjata di Papua terdiri atas sejumlah faksi, sehingga atribusi terhadap setiap individu harus didasarkan pada bukti dan hasil penyelidikan.
Penembakan 3 ASN Jadi Titik Pengembangan
Kasus terbaru terjadi pada Rabu (9/9/2026), ketika rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah menjalankan kegiatan di Distrik Muliama.
Rombongan sebelumnya melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pertanian dan peternakan, termasuk pemeriksaan lahan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Dalam perjalanan, kendaraan mereka diduga diadang kelompok bersenjata. Para korban kemudian dipisahkan dari rombongan dan diminta turun dari kendaraan.
Setelah itu terdengar sejumlah letusan senjata api. Tiga pegawai Dinas Pertanian menjadi korban penembakan dan meninggal dunia. Aparat kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, menyisir kawasan sekitar dan memeriksa saksi-saksi untuk mengembangkan identitas pelaku.
Polisi kemudian mengidentifikasi PN dan KT sebagai dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Pengejaran Kini Diperluas
Dengan teridentifikasinya dua DPO tersebut, operasi aparat memasuki tahapan baru. Polisi tidak hanya memburu keberadaan PN dan KT, tetapi juga mengembangkan kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat.
Pendalaman diarahkan untuk memetakan jaringan, peran masing-masing individu, asal senjata yang digunakan, hingga motif serangan terhadap tiga pegawai pemerintah daerah tersebut.
Polisi juga masih menelusuri senjata yang digunakan dalam penyerangan. Dalam perkembangan penyidikan, aparat menemukan selongsong peluru di lokasi kejadian dan masih melakukan pendalaman terkait senjata yang digunakan.
Kasatgas Damai Cartenz menegaskan pengejaran akan dilakukan setelah identitas dua orang tersebut berhasil dipastikan.
Dengan demikian, penembakan tiga ASN Jayawijaya kini berkembang menjadi pintu masuk untuk mengungkap rangkaian dugaan aksi kekerasan yang lebih luas. Nama PN dan KT muncul dalam beberapa perkara yang sedang atau pernah ditangani aparat.
Namun seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Bagi aparat, target terdekat adalah menemukan keberadaan kedua DPO dan memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian kekerasan tersebut diproses sesuai hukum.














Komentar