JurnalPatroliNews | Bekasi — Penyidik Polres Metro Bekasi Kota masih mengembangkan kasus dugaan mobilisasi pelajar yang berujung aksi kekerasan pada 27 Agustus 2026. Selain memburu pihak yang diduga mengoordinasikan pergerakan massa pelajar, polisi kini menelusuri kemungkinan adanya aliran dana untuk mendukung mobilisasi tersebut.
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan penyidik masih memetakan jaringan komunikasi yang digunakan untuk mengajak dan mengarahkan pelajar.
Penelusuran dilakukan terhadap komunikasi melalui media sosial, termasuk Instagram dan WhatsApp, serta pihak-pihak yang diduga berada di balik pengorganisasian mobilisasi.
“Komunikasi melalui Instagram dan WhatsApp juga masih ditelusuri. Belum dapat dipastikan bahwa seluruh komunikasi telah beralih ke WhatsApp. Pihak yang mengoordinasikan serta ada tidaknya pendanaan masih dalam pendalaman,” kata Verdika saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026).
Dengan demikian, hingga kini polisi belum memastikan adanya pihak tertentu yang mendanai mobilisasi pelajar. Dugaan aliran dana masih menjadi bagian dari pengembangan penyidikan.
Berawal dari Penangkapan F alias Batak
Pengembangan perkara dilakukan setelah Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota menangkap seorang pria berinisial F alias Batak pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Dari hasil penyidikan awal, F diduga berperan sebagai mobilisator pelajar untuk mengikuti aksi yang mengarah pada kekerasan di wilayah Kota Bekasi dan Jakarta.
Polisi menyebut F menggunakan akun media sosial @panjatek400bob untuk menyebarkan ajakan melalui grup bernama SMK Se-Bekasi Bersatu.
Percakapan dalam grup tersebut juga membahas titik berkumpul dan rencana pergerakan peserta aksi.
“Tersangka mengirimkan pesan untuk mengajak dan menggerakkan pelajar mengikuti aksi. Komunikasi itu dibangun untuk menghimpun peserta sekaligus mengarahkan pergerakan mereka,” ujar Verdika.
Polisi Telusuri Jejak Digital
Penyidik kemudian mencocokkan isi percakapan dengan data digital yang ditemukan dari telepon genggam dan akun yang berkaitan dengan F.
Langkah tersebut dilakukan untuk menguraikan rangkaian komunikasi, memetakan pihak yang terlibat, serta mengetahui sejauh mana jaringan mobilisasi tersebut berjalan.
Polisi juga masih mendalami sejumlah akun lain yang diduga turut menyebarkan pesan provokatif.
Dalam materi komunikasi yang ditemukan penyidik, terdapat seruan yang mengarah pada tindakan kekerasan, termasuk membawa bom molotov, membakar kantor kepolisian, menyerang anggota Polri dan merusak fasilitas umum.
Temuan digital tersebut kini menjadi bagian dari alat penyidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Senjata Tajam Turut Diamankan
Selain bukti komunikasi digital, polisi mengamankan satu senjata tajam yang berada dalam penguasaan F.
Penyidik masih menelusuri asal-usul senjata tersebut dan kaitannya dengan rencana aksi.
Pengembangan juga diarahkan untuk mengidentifikasi pengelola akun lain yang diduga ikut menyebarkan pesan provokatif maupun terlibat dalam mobilisasi pelajar.
F sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan. Polisi menyangkakannya dengan sejumlah ketentuan dalam KUHP serta Pasal 307 ayat (1) KUHP terkait penguasaan senjata tajam tanpa hak.
Dugaan Pendanaan Masih Didalami
Terlepas dari temuan komunikasi dan barang bukti tersebut, penyidik belum menyimpulkan siapa pihak yang berada di balik mobilisasi maupun apakah terdapat pendanaan.
Aspek pendanaan menjadi salah satu bagian yang kini ditelusuri polisi untuk mengetahui bagaimana mobilisasi pelajar tersebut berlangsung, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang memberikan dukungan.
Polisi juga masih memeriksa alur komunikasi antarpihak untuk memetakan siapa yang membuat ajakan, siapa yang meneruskan pesan, serta bagaimana rencana pergerakan peserta disusun.
Karena proses penyidikan masih berjalan, belum ada kesimpulan resmi mengenai adanya pihak tertentu sebagai pemberi dana.
Polisi Kembangkan Jaringan
Kasus ini menjadi perhatian karena penyidik tidak hanya mengusut peran satu orang, tetapi juga berupaya mengurai jaringan komunikasi yang digunakan untuk menggerakkan pelajar.
Sebelumnya, polisi menyebut tengah memetakan komunikasi yang menjangkau pelajar dari sejumlah sekolah dan menelusuri akun lain yang diduga terlibat.
Pengembangan perkara selanjutnya akan menentukan apakah terdapat pihak lain yang memiliki peran dalam mobilisasi tersebut, termasuk mengenai kemungkinan adanya dukungan finansial.
Untuk saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan sebelum menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.














Komentar