JurnalPatroliNews | Riyadh – Meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi di tengah konflik Yaman mendorong otoritas setempat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi sensitif terkait aktivitas pertahanan dan keamanan.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengingatkan masyarakat bahwa tindakan mengambil gambar, merekam, maupun membagikan informasi mengenai upaya penangkalan rudal dan drone, termasuk lokasi jatuhnya, dapat berujung pada konsekuensi hukum.
Peringatan tersebut disampaikan dalam sejumlah bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, Tagalog, Hindi, dan Urdu. Penggunaan berbagai bahasa itu memungkinkan pesan keselamatan menjangkau warga asing yang tinggal maupun bekerja di Arab Saudi.
Menanggapi imbauan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh meminta seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peraturan setempat, khususnya dalam menggunakan media sosial serta saluran komunikasi digital.
Dalam keterangannya pada Jumat (9/10/2026), KBRI Riyadh mengingatkan agar WNI tidak sembarangan mengambil atau menyebarluaskan foto dan video yang berkaitan dengan instalasi militer, personel keamanan, objek vital, maupun kawasan lain yang berpotensi sensitif.
Perwakilan RI juga meminta masyarakat Indonesia memastikan kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain. Informasi yang belum terverifikasi berisiko memicu kesalahpahaman, terlebih ketika situasi keamanan sedang mengalami peningkatan ketegangan.
KBRI Riyadh menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan negara tempat tinggal serta perhatian terhadap keselamatan diri harus menjadi prioritas bagi seluruh WNI.
KBRI Riyadh Berikan Panduan Saat Peringatan Darurat
Selain mengingatkan mengenai penyebaran informasi sensitif, KBRI Riyadh menyampaikan langkah yang perlu diperhatikan WNI apabila menerima pesan peringatan darurat dari otoritas setempat.
WNI diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi yang tercantum dalam pemberitahuan tersebut. Jika sedang berada di luar ruangan, masyarakat dianjurkan segera memasuki bangunan terdekat atau mencari perlindungan di tempat yang kokoh.
Bagi mereka yang menerima peringatan ketika sedang berkendara, KBRI mengimbau agar kendaraan diarahkan menepi ke tempat yang aman. Pengendara juga diminta menghindari lokasi di sekitar jembatan maupun bangunan tinggi.
WNI turut diingatkan untuk tidak mendatangi lokasi kejadian, menghindari kerumunan, serta tidak mengambil foto atau video di area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko ketika situasi keamanan berubah secara cepat. Masyarakat juga perlu memantau perkembangan melalui saluran resmi pemerintah dan otoritas setempat.
Ratusan Ribu WNI Tinggal dan Bekerja di Arab Saudi
Arab Saudi merupakan salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025 yang disebutkan dalam informasi awal, jumlah WNI yang bekerja di negara tersebut mendekati setengah juta orang.
Besarnya jumlah warga Indonesia di Arab Saudi membuat penyampaian informasi keselamatan menjadi penting, terutama ketika terjadi peningkatan ketegangan regional yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, WNI diimbau tidak mudah mempercayai kabar yang beredar di media sosial, tidak meneruskan informasi yang belum jelas sumbernya, serta mengutamakan arahan dari otoritas resmi.
KBRI Riyadh juga mengingatkan agar masyarakat Indonesia senantiasa mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di Arab Saudi.
Kewaspadaan, disiplin dalam menerima informasi, dan kepatuhan terhadap instruksi keselamatan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko di tengah situasi keamanan yang berkembang.















Komentar