Ferry Juliantono Kukuhkan Rektor IKOPIN, Sinergi Kampus dan Gerakan Koperasi Diperkuat

JurnalPatroliNews | Jatinangor, Jawa Barat – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) untuk periode 2026–2031. Prosesi pengukuhan berlangsung di Kampus IKOPIN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (13/10/2026).

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi IKOPIN University untuk memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang perkoperasian.

Ferry menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Yudi Azis sekaligus menegaskan bahwa memimpin IKOPIN bukanlah tugas yang ringan. Revitalisasi kampus tersebut membutuhkan komitmen, pembaruan strategi, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Ferry, penguatan IKOPIN sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam membangun koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan Indonesia.

Pemerintah, kata dia, mendukung program-program yang akan dijalankan rektor baru agar IKOPIN semakin berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia koperasi yang profesional dan mampu menjawab tantangan zaman.

IKOPIN Didorong Jadi Mitra Strategis Kementerian Koperasi

Ferry menekankan bahwa transformasi ekosistem koperasi nasional membutuhkan keterlibatan akademisi, lembaga pendidikan, pemerintah, dan gerakan koperasi.

IKOPIN dinilai memiliki posisi strategis karena dapat berkontribusi melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta pencetakan kader koperasi yang memahami tata kelola organisasi dan bisnis secara profesional.

Menkop juga menginginkan kerja sama yang lebih erat antara IKOPIN University, Kementerian Koperasi, dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

“IKOPIN University harus menjadi teman perjuangan dari Kementerian Koperasi dan jadi teman perjuangan dari Dewan Koperasi Indonesia,” kata Ferry.

Ia menegaskan, pengembangan koperasi harus diarahkan untuk membangun kekuatan ekonomi yang tumbuh dari potensi masyarakat, memberi manfaat bagi anggota, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Dalam pandangannya, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pemikiran strategis atau think tank yang menyediakan gagasan, penelitian, dan rekomendasi untuk mendukung kebijakan serta pengembangan gerakan koperasi.

Target Transformasi IKOPIN hingga 2031

Ferry berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan nyata bagi IKOPIN dalam lima tahun mendatang.

“Pada tahun 2031, saya membayangkan IKOPIN University ini sudah berbeda jauh dengan yang sekarang. Termasuk juga dengan sinergi bersama Kementerian Koperasi, Dekopin dan dengan koperasi-koperasi yang lain-lainnya,” ujarnya.

Harapan tersebut menempatkan transformasi IKOPIN tidak hanya pada pembenahan internal kampus, tetapi juga pada peningkatan kontribusinya terhadap perkembangan koperasi di Indonesia.

IKOPIN diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan gerakan koperasi dan dunia usaha, sekaligus memperkuat riset yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas tata kelola koperasi.

Kolaborasi dengan pemerintah, industri, koperasi, dan berbagai lembaga terkait juga menjadi bagian penting untuk memperluas kesempatan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis serta membangun jejaring profesional.

Prof. Yudi Azis Bidik Keunggulan Bersaing

Dalam sambutannya, Prof. Yudi Azis menyampaikan bahwa IKOPIN University memiliki modal penting untuk menjalankan transformasi. Kampus tersebut mempunyai identitas kuat sebagai perguruan tinggi koperasi, warisan kelembagaan, sumber daya manusia berpengalaman, serta jejaring dengan pemerintah, gerakan koperasi, akademisi, industri, dan alumni.

Namun, menurutnya, keunggulan historis tersebut perlu diterjemahkan menjadi keunggulan bersaing atau competitive advantage yang menghasilkan manfaat nyata.

Artinya, kekuatan IKOPIN tidak cukup hanya diukur dari sejarah dan identitasnya sebagai kampus koperasi. Perguruan tinggi tersebut juga perlu memperkuat pertumbuhan mahasiswa, keberlanjutan pendapatan, reputasi akademik, dan dampaknya terhadap pengembangan koperasi.

“Karena itu, arah strategis sederhana yaitu IKOPIN University harus mengubah keunggulan historis di bidang koperasi menjadi competitive advantage, keunggulan bersaing yang menghasilkan mahasiswa, menghasilkan revenue, menghasilkan reputasi, dan yang tidak kalah lebih penting adalah menghasilkan dampak bagi koperasi Indonesia,” ujar Yudi.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kepemimpinan baru yang berorientasi pada hasil, keberlanjutan institusi, serta kontribusi konkret bagi masyarakat.

Enam Pilar Strategis Transformasi Kampus

Untuk menjalankan agenda tersebut, IKOPIN University menyiapkan enam pilar strategis yang saling terintegrasi.

Pertama, financial sustainability. Pilar ini berfokus pada keberlanjutan keuangan agar kampus memiliki fondasi pembiayaan yang sehat untuk menunjang kegiatan akademik dan pengembangan institusi.

Kedua, student growth and experience. IKOPIN diarahkan memperkuat pertumbuhan mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman belajar, layanan akademik, dan pengembangan kompetensi.

Ketiga, academic excellence. Peningkatan mutu akademik menjadi prioritas untuk memperkuat kualitas pendidikan, kapasitas dosen, kegiatan riset, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Keempat, digital and campus transformation. Transformasi digital dan pengembangan kampus menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan, kualitas pelayanan, dan kesiapan institusi menghadapi perkembangan teknologi.

Kelima, cooperative ecosystem and leadership. IKOPIN ingin memperkuat ekosistem koperasi melalui pengembangan kepemimpinan, riset terapan, dan pembinaan talenta yang dibutuhkan gerakan koperasi.

Keenam, partnership and revenue growth. Perluasan kemitraan dan pertumbuhan pendapatan diarahkan untuk memperkuat jaringan kerja sama sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan kampus.

Keenam pilar tersebut diharapkan menjadi kerangka kerja untuk menghubungkan kualitas akademik, keberlanjutan institusi, pengalaman mahasiswa, dan kontribusi nyata terhadap sektor koperasi.

IKOPIN Harus Menjadi Bagian dari Kebangkitan Koperasi

Yudi menegaskan, IKOPIN tidak boleh hanya menjadi pengamat ketika gerakan koperasi Indonesia berupaya memperkuat posisinya dalam perekonomian nasional.

Perguruan tinggi tersebut harus mengambil peran aktif melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kerja sama yang menjawab kebutuhan riil koperasi.

Peran itu dapat diwujudkan dengan memperkuat kompetensi sumber daya manusia, mengembangkan model bisnis koperasi yang adaptif, meningkatkan kualitas tata kelola, serta menghasilkan kajian yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku koperasi.

Dengan dukungan Kementerian Koperasi, Dekopin, yayasan, dunia usaha, dan jejaring akademik, IKOPIN diharapkan mampu memperluas kontribusinya terhadap pengembangan koperasi yang modern, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

“IKOPIN tidak boleh hanya menjadi pengamat dari kebangkitan koperasi Indonesia, IKOPIN harus menjadi bagian dari kebangkitan tersebut,” tegas Yudi.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Pengukuhan Yudi Azis turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Ketua Umum Pengurus Yayasan Pendidikan Koperasi Muhammad Taufiq, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Anggota Dewan Pengawas LPDB Koperasi Ichita Meilandany Puspa, Direktur Komersial Bank BRI Alexander Dippo Paris, pimpinan IKOPIN University, serta perwakilan gerakan koperasi Indonesia.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat pendidikan dan ekosistem koperasi nasional.

Ke depan, keberhasilan kepemimpinan baru IKOPIN akan ditentukan oleh kemampuan menerjemahkan visi dan enam pilar strategis menjadi program yang terukur, memperkuat kualitas akademik, menjaga keberlanjutan kampus, dan menghasilkan manfaat bagi gerakan koperasi.

Dengan mandat periode 2026–2031, Prof. Yudi Azis diharapkan mampu membawa IKOPIN University menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang perkoperasian, tetapi juga berperan aktif memimpin pengembangan ekosistem koperasi Indonesia.

Komentar