BBM Langka di Bali, Video Ojol Diduga Jual Bensin Rp200 Ribu ke Bule Bikin Heboh

JurnalPatroliNews | Badung – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang berpakaian ojek online (ojol) diduga menawarkan bahan bakar minyak (BBM) kepada warga negara asing (WNA) di Bali viral di media sosial. Dalam informasi yang beredar, BBM tersebut disebut dijual dengan harga Rp200 ribu untuk sekitar 1,5 liter.

Video itu menjadi sorotan di tengah kelangkaan BBM yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Bali dan memicu antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepolisian kini menyelidiki peristiwa tersebut untuk memastikan kronologi dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan kejadian itu berlangsung di Jalan Batu Mejan, Canggu, pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Menurut Yuni, polisi telah meminta keterangan dari saksi yang merekam kejadian tersebut. Saksi bernama Nani mengaku sedang bekerja di depan lokasi ketika melihat sejumlah pengemudi ojek online menghampiri WNA.

“Berdasarkan keterangan saksi selaku perekam video, atas nama Nani, diterangkan bahwa kejadian bermula saat saksi sedang bekerja di depan lokasi kejadian. Saksi melihat adanya sekumpulan ojek online yang sedang menghampiri WNA tersebut,” kata Yuni.

Saksi Melihat Botol Berisi Cairan Hijau

Berdasarkan keterangan saksi kepada polisi, beberapa orang yang diduga pengemudi ojol terlihat membawa botol bekas air mineral berisi cairan berwarna hijau. Cairan tersebut diduga merupakan BBM dan kemudian ditawarkan kepada para WNA yang berada di lokasi.

“Mengetahui kegiatan tersebut Saksi kemudian langsung merekam kejadian tersebut,” ujar Yuni.

Namun, saksi mengaku tidak memperhatikan nomor polisi kendaraan yang digunakan oleh orang-orang tersebut. Informasi yang diingatnya hanya warna kendaraan dan jenis sepeda motor yang terlihat di lokasi.

“Dia hanya mengetahui warna kendaraannya saja, yaitu berwarna merah dengan merek motor Honda PCX,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi. Polisi masih perlu mengumpulkan informasi tambahan untuk memastikan identitas pengendara yang terekam dalam video viral tersebut.

Polisi Telusuri Rekaman CCTV

Yuni menjelaskan, di lokasi kejadian tidak ditemukan kamera pengawas atau CCTV yang mengarah langsung ke titik peristiwa. Meski demikian, terdapat titik CCTV milik Kominfo di kawasan sekitar yang berpotensi membantu proses penelusuran.

“Namun di seputaran ada titik CCTV dari Kominfo yang dapat digunakan untuk melakukan pemantauan terhadap pelat kendaraan yang digunakan oleh pelaku saat melintas menuju lokasi,” ujarnya.

Rekaman kamera pengawas tersebut diharapkan dapat membantu polisi menelusuri kendaraan yang melintas di sekitar lokasi dan mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.

Sementara itu, informasi mengenai harga Rp200 ribu untuk 1,5 liter BBM masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan. Polisi juga perlu mengungkap asal cairan yang ditawarkan serta memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.

Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap video viral tersebut. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan identitas maupun kesalahan pihak tertentu sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Komentar