JurnalPatroliNews – Flores Timur – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan signifikan sejak Jumat, 19 September 2025. Status gunung yang sebelumnya berada di Level III (Siaga) kini dinaikkan menjadi Level IV (Awas).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Minggu (21/9) pukul 09.00 WITA, sudah terjadi 31 kali letusan dalam kurun tiga hari terakhir.
“Data tiltmeter lima hingga tujuh hari terakhir menunjukkan adanya tren inflasi yang konsisten. Ini menandakan suplai magma baru masuk dan tubuh gunung mulai mengembung,” jelas Abdul, mengutip laporan PVMBG.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya migrasi magma ke permukaan yang lebih dangkal, sehingga potensi terjadinya erupsi eksplosif masih sangat tinggi.
Dampak dari erupsi ini cukup besar. Pada Sabtu (20/9), tiga bandara di sekitar wilayah terdampak terpaksa ditutup sementara, yaitu:
- Bandara Gewayantana Larantuka (Flores Timur)
- Bandara Frans Seda Maumere (Sikka)
- Bandara Haji Hasan Aroeboesman (Ende)
BNPB mengimbau warga serta wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 6 km dari puncak, serta radius sektoral 7 km pada sisi barat daya hingga timur laut.
“Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan resmi pemerintah daerah, dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Abdul.














