JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri parade laut atau sailing pass di Teluk Jakarta, Kamis pagi. Acara ini merupakan bagian dari presidential inspection menjelang puncak peringatan HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober mendatang.
Prabowo tiba sekitar pukul 10.00 WIB di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan langsung menaiki KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 untuk menyaksikan jalannya parade dari laut. Beberapa saat kemudian, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga tiba dan bergabung di kapal yang sama.
Kehadiran Presiden disambut hangat oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Setelah menerima laporan resmi dari prajurit, Prabowo memasuki KRI Radjiman untuk memulai agenda pelayaran.
Parade laut dipimpin oleh kapal perang terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320. Dalam ajang ini, TNI AL mengerahkan 51 kapal perang yang terdiri atas enam fregat, sepuluh korvet, dua kapal selam, tiga kapal LST dan LPD, enam belas kapal cepat, dua kapal pemburu ranjau, enam kapal patroli, empat kapal bantu, serta dua kapal latih taruna AAL yakni KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci.
Tak hanya unsur TNI AL, parade laut ini juga melibatkan armada dari ADRI, Bakamla, Basarnas, Polairud, KKP, KPLP, hingga perhimpunan kapal nelayan yang ikut berlayar di belakang barisan kapal perang.
Selain kekuatan laut, TNI AL juga menampilkan Penerbangan Angkatan Laut (Penerbal) dengan sejumlah pesawat dan helikopter, di antaranya Bonanza, Piper, CN-235, Cassa NC-212, Heli Bell-412, Heli Panther, serta tiga drone UAV.
Atraksi senjata berat turut dipertontonkan kepada masyarakat yang hadir, mulai dari tembakan meriam kapal, RBU-6000 anti kapal selam, hingga Multi Launcher Rocket System (MLRS) RM-70 Grad dari KRI Teluk Amboina-503.
Parade ini menjadi momen kedua pelaksanaan sailing pass yang menunjukkan semakin modernnya kekuatan militer Indonesia. Hadirnya KRI Brawijaya-320 sebagai kapal utama parade mempertegas kesiapan Armada TNI AL dalam menjaga perairan Nusantara dari berbagai bentuk ancaman, baik militer maupun non-militer.














