JurnalPatroliNews – Buleleng – Polemik keberadaan gerai Indomaret di kawasan pesisir Pantai Penyusuhan, Banjar Dinas Tukad Ampel, Kecamatan Kubutambahan, terus mencuri perhatian publik. Pemberitaan yang menyoroti lokasi gerai di tepi pantai memunculkan berbagai persepsi miring di tengah masyarakat. Untuk memperoleh informasi yang berimbang, JurnalPatroliNews mewawancarai pengamat UMKM dan Kebijakan Publik serta sejumlah pengunjung yang merasakan langsung manfaat hadirnya gerai tersebut.
Pengamat UMKM dan Kebijakan Publik Ni Nyoman Armini, S.H., menilai kritik yang berkembang seharusnya tidak hanya melihat dari satu perspektif. Menurutnya, pendirian gerai ini memiliki orientasi pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lokal.
“Usaha ini untuk memajukan UMKM juga. Karena kami berasal dari Buleleng, tentu ingin ada yang bisa kami unggulkan. Ini sebenarnya menjadi kebanggaan. Kalau kami cuek, kami tidak akan membuat usaha yang sampai viral seperti sekarang,” ujarnya saat ditemui, Senin. (8/12/2025)
Terkait tudingan bahwa gerai tersebut beroperasi tanpa izin, Armini menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menyebut pihaknya telah mengurus seluruh perizinan sejak jauh hari.
“Kami beritikad baik dan tidak ‘memengkung’ seperti yang disebutkan di beberapa pemberitaan. Izin sudah kami urus sejak setahun lalu,” tegasnya.
Armini menjelaskan bahwa seluruh syarat administratif telah dilengkapi sebelum pembangunan dimulai. Ia juga meminta media untuk melakukan klarifikasi ke instansi terkait sebelum menerbitkan pemberitaan.
“Sejak sebelum membangun, semua syarat sudah kami urus. Sebaiknya cek dulu ke lapangan atau instansi terkait. Jangan seolah-olah kami tidak mengurus apa pun,” katanya.
Terkait perkembangan dokumen teknis seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Armini menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu proses birokrasi di pemerintah daerah.
“Kami selalu update aturan yang berlaku. Izin sudah diajukan sejak setahun lalu, tinggal PBG yang sudah diforumkan tetapi memang belum dikeluarkan oleh dinas,” jelasnya.
Ia berharap proses administrasi segera dituntaskan mengingat semua persyaratan telah dipenuhi.
Di tengah polemik tersebut, sejumlah pengunjung justru memberikan kesan positif. Danang, warga Surabaya yang tengah melakukan perjalanan menuju Karangasem, mengaku terkesan dengan konsep gerai tersebut.
“Saya belum pernah lihat Indomaret sebagus dan seindah ini. Untuk istirahat sangat cocok bagi saya dan istri yang motoran jauh dari Surabaya,” ujarnya.
Ia menilai kebersihan dan fasilitas yang lengkap sangat membantu pelintas. “Kebersihannya bagus, jualannya lengkap. Ini sangat membantu pengunjung dan UMKM lokal,” tambahnya.
Kesaksian serupa datang dari Sukma, pelintas dari Gilimanuk menuju Kintamani. Ia mengaku singgah karena gerai tersebut ramai dibicarakan di media sosial.
“Indomaret seperti ini enak untuk istirahat sebentar. Harganya jelas, view pantai juga dapat. Semoga bisa terus ada,” katanya. Ia juga berharap pemerintah mendukung penyediaan fasilitas publik bagi musafir.
Sementara itu, Raffi, warga Seririt, melihat potensi gerai tersebut sebagai tempat wisata singkat.
“Niatnya hanya mampir sambil jalan-jalan. Strateginya bagus sekali. Bisa jadi tempat singgah atau wisata. Selain memanjakan pengunjung, Indomaret seperti ini bisa membantu UMKM lokal,” ujarnya.
Dari pengamatan awak media ini di lokasi tersebut, terlihat bahwa keberadaan Indomaret Sea View Raya Air Sanih tidak hanya berfungsi sebagai toko modern, tetapi juga ruang singgah yang nyaman dan pusat ekonomi baru yang turut menggerakkan UMKM lokal. Di tengah beragam narasi yang beredar, pandangan pengamat serta pengalaman para pengunjung menghadirkan sudut pandang lain mengenai manfaat gerai tersebut bagi masyarakat.













