30 UMKM Masuk Babak Seleksi Pertapreneur Aggregator 2025, Siap Rebut Posisi Top 10

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi melangkah ke tahap lanjutan dalam program Pertapreneur Aggregator 2025. Mereka terpilih sebagai peserta terbaik dan berhak mengikuti rangkaian bootcamp serta pendampingan intensif yang menjadi bagian dari proses kurasi akhir.

Para peserta dijadwalkan menjalani deep dive interview pada 19 November 2025 secara daring. Tahap ini bertujuan mengulas lebih jauh performa usaha, strategi ekspansi, kekuatan produk, hingga kesiapan berkolaborasi dalam ekosistem agregator.

Penilaian dilakukan menggunakan tujuh indikator utama, mencakup kemampuan kolaboratif, kepemimpinan, kesehatan keuangan dan omzet, rencana pengembangan usaha, keunggulan produk, segmentasi pasar, hingga model bisnis yang dijalankan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa seleksi tersebut memastikan UMKM yang lolos benar-benar memiliki fondasi usaha kokoh.

“Program ini kami siapkan untuk melahirkan UMKM dengan daya saing tinggi dan potensi pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat, 21 November 2025.

Baron menambahkan bahwa Pertapreneur Aggregator 2025 merupakan implementasi dari Asta Cita poin ke-3 pemerintahan Prabowo–Gibran, yang menitikberatkan pada penguatan sektor UMKM, peningkatan nilai tambah produk, serta perluasan lapangan kerja dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami ingin membuka akses kolaborasi yang lebih luas, baik dalam rantai pasok domestik maupun global,” ucapnya.

Program Pertapreneur Aggregator sendiri merupakan tahap pembinaan lanjutan bagi UMKM yang telah menunjukkan kemampuan berkolaborasi dalam jaringan usaha. Setiap peserta akan mendapatkan bimbingan dari mentor profesional untuk mengoptimalkan manajemen bisnis sehingga lebih terukur, berkelanjutan, dan memiliki dampak sosial maupun ekonomi yang signifikan.

“Pertamina terus memperkuat peran dalam pemberdayaan UMKM karena sektor ini tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi penopang daya saing Indonesia di tingkat global,” jelas Baron.

Setelah mengikuti bootcamp dan pendampingan selama satu minggu, para semifinalis akan memasuki sesi final pitching. Dari tahapan inilah nantinya akan dipilih 10 UMKM terbaik yang berhak menyandang predikat pemenang Pertapreneur Aggregator 2025.