JurnalPatroliNews – Batam – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) kembali melaksanakan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai bagian dari kegiatan Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum). Kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 8 Batam, Kamis (9/10/2025), mengangkat tema “Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (Napza), Anti Perundungan, serta Bijak Bermedia Sosial.”
Program ini digelar sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, berwawasan hukum, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Tim JMS Kejati Kepri dipimpin oleh Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Yusnar Yusuf, S.H., M.H., dengan anggota Rama Andika Putra, Syahla Regina Paramita, dan Dodi.
Dalam pemaparannya, Yusnar menjelaskan pentingnya pemahaman sejak dini tentang bahaya Napza serta konsekuensi hukumnya. Ia menerangkan perbedaan antara narkotika dan psikotropika, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, termasuk klasifikasinya berdasarkan golongan I hingga III.
“Narkotika bisa menyebabkan perubahan kesadaran, menurunkan rasa nyeri, hingga menimbulkan ketergantungan berat. Sedangkan psikotropika bekerja secara selektif pada sistem saraf pusat yang memengaruhi perilaku dan aktivitas mental,” jelas Yusnar.
Ia menegaskan bahwa ancaman hukuman terhadap pelaku tindak pidana narkotika sangat berat, bahkan dapat dijatuhi pidana mati. Karena itu, para siswa diimbau untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan Napza yang dapat merusak masa depan.
Selain bahaya narkoba, Yusnar juga menyoroti fenomena perundungan (bullying) yang marak terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, namun bisa juga berupa tindakan verbal, sosial, hingga digital yang berdampak pada kesehatan mental korban.
“Bullying bisa menimbulkan trauma jangka panjang, menurunkan prestasi belajar, bahkan menyebabkan depresi. Penting bagi siswa untuk berani bersuara dan bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan suportif,” tegasnya.














