Khofifah Dorong Pramuka Jawa Timur Ambil Peran Aktif dalam Ketahanan Pangan dan Program MBG

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur Jawa Timur yang juga menjabat Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan agar Gerakan Pramuka di wilayahnya bergerak lebih dinamis, inovatif, dan berkesinambungan dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat Rapat Paripurna Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 yang digelar di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Khofifah menekankan bahwa banyaknya Program Strategis Nasional membuka peluang besar bagi Pramuka untuk berkontribusi nyata. Menurutnya, organisasi kepanduan tersebut perlu segera memetakan ruang peran dan menentukan sektor prioritas yang dapat digarap secara cepat dan terkoordinasi.

“Pramuka harus mampu membaca peluang. Berbagai program nasional sudah tersedia, tinggal ditentukan di titik mana Pramuka akan mengambil peran konkret,” ujar Khofifah, dikutip dari RMOLJatim, Minggu, 11 Januari 2026.

Ia menilai, peningkatan produktivitas Pramuka tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi erat dengan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Perangkat daerah, lanjut Khofifah, merupakan mitra strategis dalam pelaksanaan agenda prioritas nasional di daerah.

Dalam forum tersebut, Khofifah memaparkan sejumlah program strategis tahun 2026 yang dinilai relevan untuk melibatkan Pramuka. Di antaranya program swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, serta pemenuhan kebutuhan protein hewani melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dari sektor perikanan.

Ia menyebut, pemerintah akan membangun kolam-kolam budidaya ikan lele berukuran besar setara ikan dori untuk mendukung suplai protein bagi program MBG. Selain itu, ada pula rencana pembangunan Grand Parent Stock sebagai indukan ayam pertama dan terbesar di Indonesia, serta peningkatan produktivitas sapi perah yang membutuhkan dukungan impor ratusan ribu sapi dara bunting.

Melihat besarnya peluang tersebut, Khofifah meminta Pramuka Jatim segera melakukan identifikasi dan pemetaan peran secara terstruktur. Ia mengusulkan pembentukan tim kerja atau desk khusus di luar Satuan Karya (Saka) guna menentukan sektor strategis yang akan digarap.

“Setelah ditentukan bidangnya, langkah berikutnya adalah membangun kolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan menyusun rencana aksi yang jelas,” ujarnya.

Menurut Khofifah, selain rencana kerja yang terukur, kesamaan persepsi di internal Pramuka juga menjadi kunci agar seluruh langkah dapat berjalan selaras dan efektif.

Tema adaptif, produktif, dan berkelanjutan yang diusung dalam Rapat Paripurna Kwarda Pramuka Jatim dinilainya sejalan dengan arah pembangunan Jawa Timur sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029, yang menitikberatkan pada Jatim Sejahtera, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

“Nilai-nilai luhur Pramuka yang tertanam dalam Satya dan Dharma menjadi modal penting untuk mendukung visi pembangunan daerah,” pungkas Khofifah.