JurnalPatroliNews – Jakarta – Penerimaan negara kembali mendapat dorongan besar dari sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sepanjang Januari–November 2025, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari sektor ini telah mencapai Rp210,90 triliun.
Capaian tersebut setara 82,87 persen dari target APBN 2025, menunjukkan kinerja sektor ESDM sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.
Kabar menggembirakan ini disampaikan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, setelah membuka Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis (Rakor Dukbis) SKK Migas 2025 di Sentul.
“Target PNBP Kementerian ESDM pada 2025 ditetapkan sebesar Rp254 triliun. Untuk mencapainya dilakukan konsolidasi lintas subsektor, tidak hanya dari hulu migas, tetapi juga minerba, energi baru terbarukan, serta sumber PNBP lainnya,” ujar Yuliot, Rabu 3 Desember 2025.
Dalam pemaparannya, Yuliot menjelaskan rincian kontribusi PNBP sebagai berikut:
- Minerba : Rp114,55 triliun
- Migas : Rp85,89 triliun
- Panas Bumi : Rp1,78 triliun
- PNBP lainnya : Rp8,68 triliun
Walaupun harga komoditas energi tengah menghadapi tekanan global, pemerintah tetap optimistis target akhir tahun bisa tercapai. Keyakinan tersebut didukung oleh kinerja investasi serta peningkatan produksi di sejumlah subsektor ESDM.
Sebagai catatan, pada Oktober 2025, Kementerian ESDM menetapkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD 63,62 per barel, turun USD 3,19 dari USD 66,81 per barel pada September 2025.
Yuliot menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawal realisasi PNBP hingga Desember 2025.
“Kami berharap apa yang telah ditargetkan dapat terealisasi sepenuhnya,” pungkasnya.














