HeadlinePolitik

Stafsus, Istana Merespon Kritik Anies Soal Pembangunan IKN, Ingat: Sudah Ada Kesepakatan Politik!

Beno
×

Stafsus, Istana Merespon Kritik Anies Soal Pembangunan IKN, Ingat: Sudah Ada Kesepakatan Politik!

Sebarkan artikel ini

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), merespon kritik Anies Baswedan, capres nomor urut 1, menyoalkan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara. Ari, menegaskan ada kesepakatan politik terkait dengan UU IKN.

Ari mengingatkan, bahwa pembangunan IKN telah melahirkan kesepakatan politik dan telah diatur dalam undang-undang. Dia menyebutkan, saat ini UU IKN sudah sah dan harus menjadi pegangan.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

“Tetapi yang kita harus ingat bahwa sudah ada kesepakatan politik yang terkait dengan UU IKN dan itu menjadi sesuatu yang menjadi pegangan kita bersama karena itu sudah legitimate, mempunyai legitimisasi dan juga legalitas karena sudah menjadi undang-undang,” kata Ari di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/11/23).

“Negara demokrasi dan kita tahu saat ini masa kampanye Pemilu jadi pendapat politik, janji politik itu pasti akan muncul ya dalam masa kampanye Pemilu,” ujar Ari.

Sebelumnya Kritik Anies, ini disampaikan, saat acara dialog terbuka di UMS Surakarta, Rabu lalu, oleh para panelis acara tersebut ditanya apakah pembangunan IKN prospektif bagi Indonesia.  

Anies menanggapi, bahwa tujuan membangun kota baru tidak akan mewujudkan pemerataan baru, karena, dengan pembangunan kota baru hanya menciptakan ketimpangan dengan wilayah daerah sekitarnya.

“Yang IKN tadi, saya numpang jawab statement itu. Ketika tujuan membangun kota baru dan ibu kota baru adalah dengan alasan pemerataan, maka itu tidak menghasilkan pemerataan yang baru, mengapa? Karena itu akan menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah-daerah di sekitarnya,” papar Anies.

Dia menegaskan jika tujuan IKN memeratakan pembangunan Indonesia, maka yang harus dilakukan adalah membangun kota kecil menjadi menengah dan menengah menjadi besar di Indonesia.

“Jadi antara tujuan mau memeratakan Indonesia tidak, kalau mau memeratakan Indonesia maka bangun kota kecil jadi menengah, kota menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indoneisa, bukan hanya membangun satu kota di tengah-tengah hutan,” pungkasnya.

Penulis: Pnc*Editor: Beno