Stasiun Jatake Siap Layani Warga BSD, Akses ke Jakarta Makin Mudah

Stasiun Pertama dari Skema Pendanaan Kreatif

Stasiun Jatake menjadi yang pertama dibangun melalui skema creative financing, yaitu kolaborasi antara KAI dan pihak swasta tanpa menggunakan dana APBN. Pendekatan ini dinilai sebagai langkah inovatif dalam mengembangkan infrastruktur transportasi secara efisien dan berkelanjutan.

Ke depannya, aksesibilitas kawasan ini juga akan ditingkatkan, termasuk rencana penyambungan langsung ke Gerbang Tol Legok di ruas tol Serpong–Balaraja seksi 1B.

Terhubung dengan Mal dan Moda Transportasi Lanjutan

Tak hanya sebagai titik naik-turun penumpang KRL, Stasiun Jatake juga dirancang sebagai pusat integrasi transportasi dan gaya hidup. Dalam rencana pengembangan kawasan terpadu, pengembang akan membangun mal yang langsung terhubung dengan stasiun.

Selain itu, akan disediakan layanan transportasi lanjutan, seperti BSD Link (feeder bus) dan integrasi dengan jaringan transportasi publik lainnya, guna memudahkan pergerakan warga di sekitar BSD dan Tangerang.

Penambahan Titik Berhenti di Jalur KRL Tanah Abang–Rangkasbitung

Dengan kehadiran Stasiun Jatake, jalur KRL Tanah Abang–Rangkasbitung kini memiliki total 19 stasiun. Berikut daftar lengkap rutenya:

Tanah Abang – Palmerah – Kebayoran – Pondok Ranji – Jurang Mangu – Sudimara – Rawa Buntu – Serpong – Cisauk – Cicayur – Jatake – Parung Panjang – Cilejit – Daru – Tenjo – Tigaraksa – Cikoya – Maja – Citeras – Rangkasbitung.

Dengan keberadaan stasiun ini, mobilitas warga BSD dan sekitarnya menuju Jakarta diprediksi akan meningkat drastis—baik untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun aktivitas harian lainnya. Sebuah langkah besar dalam memperkuat konektivitas kawasan pinggiran dengan pusat kota.